FF "Shoes in Love" Part 7

>> Sunday, April 25, 2010

Tittle : Shoes in Love
Cast :
Main cast :
- Xiah Jun Su TVXQ as Kim Jun Su
- Micky Yoo Chun TVXQ as Park Yoo Chun
- Mey MeyLin 사랑 시아준수 as Park So Yon
- DaieNa Micky Yoochun Cassiopeia as Kim Hyun Su
Figure cast :
- Hero Jae Joong TVXQ as Kim Jae Joong
- U-Know Yun Ho TVXQ as Jung Yun Ho
- Max Chang Min TVXQ as Shim Chang Min
Genre : Comedy-romantic
Written by : Vionita ジェジュン Cassiopeia'Peppermint aka Vio aka me^^

------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya Jun Su sudah bersiap-siap. Hyun Su akan menjemputnya pulang hari ini. Ya, pulang ke rumah barunya. Kembali berkumpul bersama keluarganya setelah 3 tahun berpisah. Ini adalah saat yang sangat dinanti oleh Jun Su.

Tak lama Hyun Su pun datang bersama Yoo Chun. Jun Su menyambut adik dan sahabatnya itu dengan penuh sukacita.

“Jun Su ya! Kau ini kemana saja, aku benar-benar merindukanmu!” kata Yoo Chun sambil merangkul Jun Su. Jun Su hanya tersenyum. “Hei hyung, bahagiakan adikku ya! Kalau tidak kau akan mati di tanganku hahaha,” canda Jun Su.

“Ya, Jun Su ya! Kemarin-kemarin Jae Joong yang bilang begitu, sekarang kau! Hahaha tenang saja, Hyun Su pasti bahagia bersamaku,” jawab Yoo Chun tertawa.

“Hei oppa! Bantu donk berat nih,” Hyun Su yang sejak tadi sibuk membawa barang-barang Jun Su ke mobil mulai menggerutu.

“Aduh chagi, kau ini jangan bawa yang berat-berat donk. Jun Su ya! Bawa sendiri donk barangmu! Kan kasian Hyun Su-ku!” kata Yoo Chun sambil mengarahkan pandangan tajamnya pada Jun Su. Jun Su tertawa.

“Oh my God Son.. Hahaha arasseo.. Baiklah baiklah..” Jun Su pun membawa barang-barangnya. Hyun Su dan Yoo Chun hanya tersenyum geli melihat tingkah laku Jun Su.

“Ternyata Oh my God Sun-mu itu masih melekat ya sejak dulu haha,” Yoo Chun tertawa.

“Tentu saja hyung! Itu kan ciri khasku.. OH MY GOD SON,” kata Jun Su dengan wajah serius, lalu tertawa.

“Hahaha,” semua tertawa. Hyun Su tersenyum geli melihat kedua sahabat itu. Tuhan, terima kasih Kau sudah mengembalikan semuanya seperti dulu, gumam Hyun Su.

“Hyung, bagaimana kabar Jae Joong, Chang Min dan Yun Ho??” Tanya Jun Su sambil memasukkan barangnya ke dalam mobil Yoo Chun.

“Sudahlah nanti saja aku ceritakan tentang mereka! Pokoknya kau harus cepat! Ayo kita berangkat!”

Yoo Chun menarik Jun Su masuk ke dalam mobil. Hyun Su pun ikut masuk ke dalam mobil.

“Ya! Kenapa buru-buru begitu?” Tanya Jun Su.

“Sudahlah oppa nurut saja.. Hehe” Hyun Su tersenyum pada Jun Su. “Ayo jalan, Chun oppa!! Kecepatan penuuuuh!!” kata Hyun Su semangat sambil meniru gaya superhero yang siap siap terbang ke langit.

“Hahaha kalian ini ada ada saja,” Jun Su yang duduk di kursi belakang tertawa geli.

Tiba-tiba saja ia teringat So Yon..

“Hyun Su ya….”

“Ya??” Hyun Su menoleh ke belakang. “Ada apa oppa??”

“Ah itu,” Jun Su terbata-bata. “Kemarin.. Apa So Yon tidak apa-apa?” Tanya Jun Su akhirnya.

“Oh.. Ya dia tidak apa-apa. Kemarin aku mengantarnya pulang, jadi oppa tenang saja.” Jawab Hyun Su santai.

“Oh, syukurlah kalau begitu.” Jun Su menghela napas.

“Hei oppa, kenapa kau menanyakan So Yon? Oppa menyukainya ya?” goda Hyun Su. Jun Su terlihat salah tingkah.

“Ah, itu…” Jun Su terlihat salah tingkah. “Tentu saja tidak! Mana mungkin aku bisa suka pada orang galak seperti dia!”

“Benarkah?” Tanya Hyun Su, menatap Jun Su tajam.

“Hei dongsaengie! Kenapa kau melihatku seperti itu? Ya, ten..tentu saja!” jawab Jun Su sambil melipat kedua tangannya di dada. Dia semakin salah tingkah.

“Tapi kenapa muka oppa jadi merah begitu?” Hyun Su semakin memperdalam tatapannya pada Jun Su. Jun Su semakin terpojok.

“Ya, Hyun Su ya! Kau ini jangan bertanya yang aneh aneh! Sudah ah, oppa mau tidur! Oppa capek!” Jun Su membalikkan tubuhnya, menyender di kursi mobil yang empuk. Dia menenggelamkan kepalanya dengan kedua tangannya, menutup wajahnya yang mungkin sudah mendidih saking malunya. Oh my God Son, gumamnya.

Hyun Su tersenyum geli melihat tingkah laku oppa-nya itu. Dia menggelengkan kepalanya lalu kembali melihat ke depan. Dia berbisik pada Chun oppa yang sejak tadi tidak kuat menahan tawa, “Oppa, ternyata benar.. Dia sedang jatuh cinta..” Tawa Yoo Chun pun meledak.

“Bwahahahahahaha,”

Tetapi tawa itu tidak berlangsung lama…

“Awww,” teriak Yoo Chun kesakitan sambil mengelus-elus kepalanya. Rupanya Jun Su menjitak Yoo Chun dari belakang tadi.

“Jun Su ya! Sakit tahu! Aku kan cuma becanda…” protes Yoo Chun.

“Ah tidak bisa! Hyung sudah mengganggu tidurku barusan!” jawab Jun Su tidak mau kalah.
“Hahahaha, oppa sudahlah. Kalian ini bercanda terus sih, hahaha,” Hyun Su tertawa melihat sikap kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu itu. Suasana di dalam mobil dipenuhi canda tawa sepanjang perjalanan.

***

Satu jam kemudian mereka sampai di rumah keluarga Hyun Su yang baru. Jun Su turun dari mobilnya dan menatap rumah barunya itu. Rumah yang besar namun sederhana, tidak terlihat mewah namun terasa nyaman dengan taman kecil di halaman rumahnya. Penuh dengan dedaunan hijau yang segar. Sesaat Jun Su memejamkan matanya, merasakan udara segar disana. Dia sangat merindukan suasana ini. Berkumpul kembali dengan keluarganya dengan penuh canda tawa. Rasanya ia tidak sabar untuk segera bertemu orang tuanya dan semua sahabatnya.

“Ayo masuk oppa,” gandeng Hyun Su pada Jun Su.

“Ayo Jun Su ya!” Yoo Chun ikut menggandeng tangan Jun Su yang satunya lagi.

“Ya ya.. Tapi kok sepi ya? Kenapa tidak ada yang menyambutku pulang? Apa kau belum memberi tahu umma, appa dan teman-temanku, Hyun Su a??” Tanya Jun Su heran.

“Ah kau ini cerewet sekali. Ayo masuk sajalah,” Yoo Chun segera menarik Jun Su masuk. Hyun Su hanya tersenyum.

Pintu rumah dibuka. Keadaan rumah benar-benar sepi. Sebenarnya ada orang atau tidak sih di rumah ini?? Batin Jun Su.

Tiba-tiba…

Tar.. Tar.. Pesta kejutan pun dimulai.

“Surprise!! Selamat datang Kim Jun Su!!” Orang tua dan sahabat-sahabat Jun Su keluar dari persembunyian mereka dan segera berhamburan memeluk Jun Su.

“Umma! Appa!” Jun Su terlebih dulu memeluk orang tuanya. “Aku sangat merindukan kalian,”

“Kami juga merindukanmu Jun Su ya.. Mulai sekarang kita akan selalu berkumpul ya.. Jangan terpisah lagi..” jawab umma-nya Jun Su sambil terisak di pelukan Jun Su.

“Ia umma.. Aku janji..”

“Jun Su ya! Kau tidak merindukan kami ya??” seseorang kembali menyadarkan Jun Su. Sepertinya suara itu tidak asing lagi. Jun Su melepas pelukan orang tuanya. Matanya berputar mencari arah sumber suara.

“Jae Joong hyung! Yun Ho hyung! Chang Min a!” melihat sahabat-sahabatnya ada di sana Jun Su langsung saja memeluk mereka.

“Akhirnya kau kembali hyung! Kami benar-benar merindukanmu..” kata Chang Min.

“Benar Jun Su ya! Kami semua sangat merindukanmu,” timpal Yun Ho.

“Chang Min a.. Yun Ho hyung.. Aku juga merindukan kalian..” balas Jun Su. Tanpa sadar air matanya mulai keluar.

“Ya!” seseorang memukul kepala Jun Su, keras sekali.

“Aww,” Jun Su mencari sumber pukulan. “Ya, Jae Joong hyung! Kenapa kau memukulku?? Sakit tahu..”

“Kau ini!” Jae Joong bersiap-siap memukul Jun Su untuk yang kedua kalinya, tapi Jun Su keburu melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.

“Kenapa kau menangis begitu? Aku kan tidak pernah mengajarimu begitu?!” gerutu Jae Joong dengan dengan wajah serius, membuat Jun Su ketakutan. “Hyung…” Air mata Jun Su kembali keluar.

“Ya! Kau menangis lagi!” Jae Joong kembali memukul Jun Su.

“Hyung…” wajah Jun Su semakin memelas.

“Hahaha,” tiba-tiba saja Jae Joong tertawa.

“Ya, hyung!” menyadari dirinya sedang dikerjai oleh Jae Joong, Jun Su langsung saja berlari mengejar Jae Joong yang sudah lari entah kemana. “Hyung! Tunggu kau!”

“Hahaha,” seisi rumah tertawa geli melihat ‘aksi kejar-kejaran’ itu.

Akhirnya keluarga ini sudah kembali, batin Hyun Su.

***

(malam harinya)

Hyun Su sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga. Orang tuanya sedang pergi berbelanja untuk mengadakan pesta kepulangan Jun Su besok. Sementara oppa-nya bersama teman-temannya yang lain sedang berkumpul di kamar Jun Su, melepas kerinduan mereka selama tiga tahun tidak bertemu.

Tiba-tiba seseorang duduk di samping Hyun Su.

“Hyunnie ya.. Kau sedang menonton apa?” Tanya orang itu kemudian. Hyun Su tersadar. Hanya ‘dia’ yang selalu memanggilnya Hyunnie. Hyun Su menoleh ke arah sumber suara di sampingnya, ternyata benar, ‘dia’ ada di samping Hyun Su sekarang. Ia lalu tersenyum.

“Yun Ho oppa..”

Yun Ho tersenyum.

“Kenapa oppa disini? Tidak berkumpul dengan yang lain?” Tanya Hyun Su.

“Ah, mereka semua sudah tertidur. Tadi mereka bilang mau begadang, eh malah tidur semua. Lagipula oppa belum mengantuk, jadi oppa memutuskan untuk nonton tv saja. Ternyata kau juga ada disini.. Ngomong-ngomong, kenapa kau belum tidur? Ini kan sudah malam Hyunnie ya..”

Hyun Su tersenyum. “Filmnya lagi seru oppa, hehehe.” Matanya kembali tertuju pada tv di hadapannya.
“Memangnya film apa?” Tanya Yun Ho penasaran.

“Full House,” jawab Hyun Su singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.

“Oh Full House. Ah ya, kau kan sejak dulu memang sangat suka film itu,” Yun Ho tersenyum. Hyun Su menoleh pada Yun Ho.

“Oppa.. Ternyata kau masih ingat..” lirihnya.

“Tentu saja. Mana mungkin oppa bisa melupakannya. Kita kan dulu sering menontonnya bersama. Walaupun selalu diulang-ulang, tapi tidak membosankan.” Kenang Yun Ho, tersenyum.

Ya, empat tahun lalu Hyun Su dan Yun Ho adalah pasangan kekasih. Namun mereka memutuskan untuk berpisah karena Yun Ho harus meneruskan kuliahnya di Amerika selama tiga tahun. Selama Yun Ho pergi, Hyun Su selalu ditemani oleh Yoo Chun. Setiap saat Yoo Chun selalu ada di samping Hyun Su. Menghiburnya saat sedih, menemaninya, menjaganya, dan memberinya perhatian lebih. Sampai akhirnya mereka saling menyukai dan memutuskan untuk berpacaran. Yoo Chun sempat meminta izin pada Yun Ho dan Yun Ho tidak keberatan. Karena ia tahu Yoo Chun orang yang setia dan ia yakin Yoo Chun bisa menjaga Hyun Su dengan baik.

“Oppa..” Hyun Su menatap Yun Ho dalam-dalam. Yun Ho tersenyum. “Aku tidak akan mungkin dan tidak akan pernah lupa dengan semua kenangan kita, sekalipun kau bukan milikku lagi sekarang. Tapi aku bahagia kau bersama Yoo Chun. Aku percaya padanya, dia pasti bisa membahagiakanmu, Hyunnie ya..”

“Lalu kenapa oppa tidak cari pacar sampai sekarang?” tanya Hyun Su.

“Oppa belum siap. Oppa masih ingin sendiri. Jomblo itu enak lho, hehe” Yun Ho terkekeh-kekeh. Hyun Su tertawa. “Oppa..”

Mereka pun tertuju kembali pada tv di hadapan mereka. Tak lama..

“Hyunnie ya..” lirih Yun Ho.

“Ya, oppa?” Hyun Su melirik Yun Ho.

“Boleh aku meminta satu hal padamu? Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya, sebelum kau bertunangan dengan Yoo Chun..” ucap Yun Ho memelas.

“Hmm.. Baiklah. Kau ingin apa oppa?” tanya Hyun Su.

“Boleh aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?”

“Eh?” Hyun Su terlihat kaget. Perlahan ia mendesah, lalu akhirnya mengangguk pelan.

Tanpa ragu Yun Ho langsung saja memeluk Hyun Su. Erat sekali. Tanpa mereka sadari, Yoo Chun melihatnya dari jauh. Dia tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

*to be continued*

don't take and copy this ff !!!

0 komentar:

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP