FF "Shoes in Love" Part 3

>> Sunday, April 25, 2010

Tittle : Shoes in Love
Cast :
Main cast :
- Xiah Jun Su TVXQ as Kim Jun Su
- Micky Yoo Chun TVXQ as Park Yoo Chun
- Mey MeyLin 사랑 시아준수 as Park So Yon
- DaieNa Micky Yoochun Cassiopeia as Kim Hyun Su
Figure cast :
- Hero Jae Joong TVXQ as Kim Jae Joong
- U-Know Yun Ho TVXQ as Jung Yun Ho
- Max Chang Min TVXQ as Shim Chang Min
Genre : Comedy-romantic
Written by : Vionita ジェジュン Cassiopeia'Peppermint aka Vio aka me^^

--------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya, aktivitas sebagai model pun dimulai. So Yon dan Hyun Su terlihat akrab, meskipun mereka baru saja kenal beberapa hari yang lalu. Saat sesi pemotretan sedang berlangsung, tiba-tiba datang seorang pria tampan dengan pakaian casual. Sepertinya dia juga seorang model. Dia terlihat sedang mencari seseorang.

So Yon menatap pria itu lebih jauh. Hey, itu kan pria yang kemarin ada di minimarket tempatnya bekerja?! Yang membuatnya salah tingkah hingga wajahnya memerah?! “Wah, beruntung sekali aku bisa bertemu dengannya lagi. Tapi siapa yang dia cari? Apa aku? Hhihi..”

So Yon sedang asik dengan pikirannya tentang pria itu, tiba-tiba Hyun Su menyikutnya.

“So Yon a! Pria itu tampan ya! Hehehe,”

Lamunan So Yon langsung saja buyar. “Eh? Emhh, ya.. Tampan..” katanya terbata-bata tanpa melepas pandangannya dari pria itu.

“Hmm, dasar oppa! Harusnya wajah tampannya itu disembunyikan saja, biar tidak ada yang tahu.. Hahaha,” Hyun Su tertawa. Spontan So Yon langsung memalingkan pandangannya ke Hyun Su dengan sangat cepat.

“Eh? Kau mengenalnya?” Tanya So Yon.

Belum sempat Hyun Su menjawab, pria itu datang menghampiri mereka. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya. Bukan ke arahku, pikir So Yon. Dia melihat Hyun Su yang disebelahnya juga melambaikan tangan. Pria itu datang lalu mencium pipi kanan dan kiri Hyun Su. Eh?? Ada apa ini??

“Ah maaf So Yon, aku jadi kelupaan. Kenalkan ini pacarku, Yoo Chun.” Kata Hyun Su sambil merangkul pria itu.

“Hai, kenalkan. Aku Park Yoo Chun. Aku juga model disini. Senang berkenalan denganmu.” Kata pria itu sambil mengulurkan tangannya.

Eh??? Pacar???

Sesaat So Yon terdiam melongo, menatap pria tampan bernama Park Yoo Chun dihadapannya. “Oh Tuhan, pria ini. Dia yang membuatku salah tingkah. Yang membuat mukaku memerah karena malu. Yang membuat hatiku deg-degan tidak karuan karena melihat senyumnya. Yang sepertinya membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi dia ternyata pacar teman baruku, Kim Hyun Su?? Oh God… Rasanya 50 batu mendarat di tubuhku sekarang. Ah aku tidak bisa bergerak.. Rasanya aku ingin menghilang dari sini,” batin So Yon.

“Hei So Yon a, kau kenapa?” Tanya Hyun Su, lagi-lagi membuyarkan lamunan So Yon. Dia pun tersadar dari lamunannya.

“Ah, eh, tidak apa-apa. Oh ya, perkenalkan, namaku Park So Yon. Senang berkenalan denganmu,” kata So Yon akhirnya dengan sedikit terbata-bata. Ia menyambut tangan Yoo Chun dan menjabatnya. Hangat.

“Oh, So Yon. Kau yang kemarin di minimarket itu ya?” Tanya Yoo Chun.

Astaga, dia masih ingat…

“Ah ya… Ternyata kau masih ingat ya.. Hehe,” So Yon tersenyum kecut. Ah, andai saja ia melupakan kejadian memalukan itu.

“Kalian sudah saling kenal?” Tanya Hyun Su heran.

“Ya, aku pernah bertemu dengannya di minimarket.” Jawab Yoo Chun singkat, lalu tersenyum ke arah So Yon, memastikan.

“Ah, ya..” jawab So Yon ragu. Sungguh saat ini ia tidak ingin mengingatnya.

“Begitu ya. Oh ya oppa, hari ini kita jadi kan melihat baju untuk pesta pertunangan kita minggu depan?” Tanya Hyun Su pada Yoo Chun.

“Mwo?” So Yon -sekali lagi- terperanjat kaget. Hyun Su dan Yoo Chun melongo.

“Ah maaf, saya hanya sedikit kaget. Hehe. Jadi kalian akan segera bertunangan ya?” Tanya So Yon memastikan. Lagi-lagi mukanya merah karena tingkah lakunya sendiri.

“Ah ya, minggu depan kita akan bertunangan. Kau datang ya ke pesta pertunangan kami. Ah tidak, kau harus datang So Yon! Ia kan oppa?! ” jawab Hyun Su senang sambil mengaitkan tangannya pada Yoo Chun, manja.

“Ya tentu saja. Datanglah.. Kami akan sangat senang..” jawab Yoo Chun tersenyum.

So Yon terdiam sesaat, lalu perlahan tersenyum -meski sebenarnya dia tidak mau-. Dengan berat hati dan dengan suara yang pelan -bahkan nyaris tidak terdengar-, So Yon menganggukkan kepalanya dan berkata, “Ya..”

“Baguslah. Aku akan menunggumu So Yon!” kata Hyun Su. So Yon hanya tersenyum kecut.

“Jadi apa pemotretanmu sudah selesai chagi?” Tanya Yoo Chun pada Hyun Su.

“Ya oppa, sudah selesai. Tapi aku berjanji akan menunggu So Yon. Sebentar lagi giliran dia, oppa.” Jawab Hyun Su.

“Aniya, gwenchana Hyun Su a. Kalian pergi saja. Aku tidak apa-apa kok. Lagipula setelah ini aku harus langsung bekerja di minimarket. Hyun Su a, pergilah. Ini kan untuk persiapan hari bahagiamu. Itu lebih penting kan,” jawab So Yon cepat. Oh Tuhan, aku benar-benar tidak ingin melihat kemesraan mereka sekarang, batinnya.

“Jeongmal? Benar tidak apa-apa?” Hyun Su memastikan.

“Tentu saja Hyun Su a. Gwenchana,” jawab So Yon sambil menepuk Hyun Su.

“Baiklah kalau begitu. Aku pergi ya. Kalau ada apa-apa kau bisa hubungi aku So Yon a,”

“Ya arasseo..”

Hyun Su dan Yoo Chun pun pamit dan pergi. So Yon menghela napas panjang. “Tuhan, kenapa bisa begini.. Baru saja aku berniat ingin mendekatinya, tapi saat itu juga aku harus patah hati. Ah, rasanya kali ini bukan hanya 50 batu yang mendarat di tubuhku, tapi seribu batu!” batin So Yon.

***

Hyun Su dan Yoo Chun tiba di sebuah butik terkenal. Pemiliknya adalah sahabat Yoo Chun, Kim Jae Joong.

“Oh, hyung!” sapa Yoo Chun sambil memeluk Jae Joong.

“Wah sudah datang kau rupanya,” Jae Joong membalas pelukan Yoo Chun. “Kau potong rambut ya chun? Aigoo tampan sekali. Sangat cocok bila dipasangkan dengan Hyun Su.. Hei Hyun Su ya! kau pasti tambah cinta dengan pasanganmu ini kan.. Hahaha,” goda Jae Joong.

“Ah oppa, bisa saja.. Hehehe,” Hyun Su tersenyum lalu menatap Yoo Chun dan memeluknya. Yoo Chun tersenyum sambil membelai rambut Hyun Su yang tergerai panjang dan hitam.

“Aigoo lihat merah begitu mukamu. Hahaha. Ayolah kalian jangan mesra-mesraan di depanku donk. Aku kan belum punya pacar..” ledek Jae Joong.

“Ya oppa! Meledek saja daritadi.. Makanya cari pacar donk.. Hahaha..” Mereka bertiga pun tertawa. “Oh ya oppa, bagaimana dengan gaun untuk kita? Sudah beres?” Hyun Su mengalihkan pembicaraan.

“Ya tentu saja. Ada di sebelah sana, ayo.” Ajak Jae Joong. Mereka pun pergi ke sebuah ruangan. Di sana tampak gaun putih yang sangat indah, dengan motif sederhana namun terlihat anggun.

“Bagaimana? Kau suka?” Tanya Jae Joong.

Hyun Su menatap gaun itu, melongo. Matanya tidak berkedip sama sekali. Ia berjalan mendekati gaun itu, perlahan, dan menyentuhnya dengan penuh kelembutan. Ia pun tersenyum. “Cantik sekali oppa. Aku menyukainya! Wah oppa memang hebat. Gaun untuk tunangan saja seindah ini, apalagi saat menikah nanti ya.. Oppa, kau harus membuat yang lebih indah ya kalau aku menikah,” jawab Hyun Su tanpa mengalihkan pandangannya dari gaun itu.

“Hoho tentu saja Hyun Su a! Kau tidak usah khawatir. Serahkan saja semuanya padaku,” jawab Jae Joong mantap sambil menepuk-nepuk dadanya.

“Hey hyung. Ngomong-ngomong mana jasku?” Yoo Chun yang merasa ‘dicuekin’ akhirnya bertanya.

“Ah ya maaf aku jadi lupa hehe. Ini jasnya Chun.” Jae Joong mangambil jas dari lemari dan menyerahkannya pada Yoo Chun.

“Wah aku suka bahannya hyung,” kata Yoo Chun.

“Kalau begitu kalian coba pakai ya. Supaya kalian mantap dengan pakaian yang ini. Nanti aku foto kalian berdua, bagaimana?” tawar Jae Joong.

“Ah, ide bagus! Kalau begitu kita coba ya chagi? Aku ingin melihatmu memakai gaun itu, pasti cantik sekali.” Kata Yoo Chun. Hyun Su mengangguk.

Mereka pun mencoba baju itu. Tak lama…

Yoo Chun yang sudah siap dengan jasnya sedang berkaca di depan kaca besar yang ada di ruangan itu. Pintu ruang ganti terbuka, dan nampak Hyun Su muncul dari sana. Yoo Chun melihat Hyun Su dari kaca, benar-benar cantik. Ia pun berbalik, memastikan yang ada di kaca itu benar-benar Hyun Su-nya, calon tunangannya. Ia tercengang melihat Hyun Su. Tanpa berkata apapun, ia perlahan berjalan mendekati Hyun Su, melihat kekasihnya itu dari atas sampai bawah. Tepat saat Hyun Su sudah ada di hadapannya, ia pun berbisik, “Sempurna. Kaulah malaikatku, Kim Hyun Su.” Yoo Chun memegang tangan Hyun Su dan menciumnya.

“Oppa…” Hyun Su yang terharu langsung saja memeluk Yoo Chun. Jae Joong menatap mereka dari kejauhan. “Benar-benar serasi sahabatku ini,” batinnya.

Sejam kemudian mereka pun selesai.

“Chagi ya… Sekarang kita tinggal cari sepatu yang cocok untukmu,” kata Yoo Chun sambil merangkul Hyun Su. Raut wajah Hyun Su tiba-tiba berubah muram. Air matanya mulai menetes.

“Chagi ya.. Kenapa? Apa aku salah bicara?” Yoo Chun mulai panik.

“Aniya oppa… Aku hanya ingat Onni. Sebelum meninggal, Onni punya sepatu kesayangan yang sangat indah dan cantik. Aku ingin sekali memakainya di acara pertunangan kita nanti. Tapi sayang, sepertinya sepatu itu hilang. Aku sudah mencarinya di rumah, tapi tidak ada. Aku sedih sekali oppa. Hanya itu kenangan Onni yang ingin aku pakai.. Tapi…” Hyun Su semakin terisak. Yoo Chun memeluknya. “Apalagi sampai sekarang, saat kita akan bertunangan, oppa-ku juga tidak pulang-pulang. Aku sedih sekali oppa..”

“Chagi ya.. Sudahlah jangan menangis lagi.. Mudah-mudahan saja oppa-mu pulang sebelum pertunangan kita berlangsung. Dan masalah sepatu, Oppa akan carikan sepatu lain. Atau kalau kau mau nanti oppa buatkan sepatu yang mirip dengan sepatu kakakmu itu. Apapun itu, asalkan kau tidak sedih lagi chagi..” Yoo Chun menenangkan Hyun Su. Membelainya. Membiarkannya menangis di pelukannya.

“Aniya oppa. Kita cari sepatu lain saja. Aku tidak apa-apa,” Hyun Su melepas pelukan Yoo Chun, lalu tersenyum. Yoo Chun menyeka air matanya, lalu menyentuh kedua pipinya dengan lembut.

“Baiklah kalau begitu. Tapi janji ya kau jangan sedih lagi. Kalau kau sedih, oppa juga sedih..”

Hyun Su menatap kedua mata Yoo Chun, dan kembali tersenyum. “Ya oppa,”

“Hei kalian sedang apa? Eh? Hyun Su a! Kenapa kau menangis? Kau diapakan oleh Chun?” Jae Joong tiba-tiba datang dan menghampiri Hyun Su.

“Gwenchana Jae Joong oppa. Aku tidak apa-apa kok,” jawab Hyun Su tersenyum.

“Benar kau tidak apa-apa? Kalau Chun macam-macam padamu, kau bilang saja padaku. Pasti aku akan membuat perhitungan dengannya. Akan ku hajar dia! Kalau perlu kubunuh dia!” kata Jae Joong semangat.

“Ya, hyung!” Yoo Chun membela diri. Hyun Su tertawa.

“Hahaha, jangan oppa. Kalau kau membunuh Chun oppa, nanti aku sama siapa.. Aku tidak mau sendirian. Aku mau ikut dengan Chun oppa, sekalipun itu menyangkut nyawa.. Karena aku sangat mencintainya,” Hyun Su tersenyum dan memeluk Yoo Chun. Yoo Chun pun membalas pelukannya, “Chagi ya…”

“Hahaha dasar. Nah gitu donk, tersenyum lagi. Jangan sedih lagi ya Hyun Su! Aku tidak mau matamu hitam dan bengkak saat pesta pertunangan kalian nanti hanya gara-gara kau menangis terus. Kalau itu terjadi, aku akan langsung pulang tanpa pamit padamu loh..” goda Jae Joong.

“Hahaha,” semua tertawa.

***

Setelah mengecek baju di butik Jae Joong, Hyun Su dan Yoo Chun pun pergi mencari sepatu. Mereka pergi dari satu toko ke toko yang lain, dari toko sepatu yang paling mahal dan elit sampai ke toko sepatu yang murah. Tapi Hyun Su tetap tidak menemukan sepatu yang cocok untuknya. Tidak ada sepatu yang ‘kena’ di hatinya. Setelah 2 jam mencari, malam itu mereka pun pergi ke restoran untuk makan malam.

“Oppa, bagaimana ini. Dari tadi kita berkeliling, tidak ada sepatu yang ‘sreg’ denganku. Tidak ada yang aku sukai..” Hyun Su mulai putus asa.

“Sabar chagi. Kita masih punya banyak waktu. Lusa kita cari lagi ya, bagaimana?” tawar Yoo Chun.

“Apa tidak bisa besok oppa?” Tanya Hyun Su.

“Besok kan oppa ada pemotretan sampai malam chagi..” jawab Yoo Chun lemas. “Oh ya, kau minta antar temanmu saja. Siapa tadi namanya? So Yon ya kalau tidak salah?”

“Ah ya benar. So Yon. Baiklah, besok aku minta antar dia saja. Mudah-mudahan dia mau menemaniku,” jawab Hyun Su semangat, lalu kembali melahap makanan di depannya. Yoo Chun tersenyum melihat tingkah Hyun Su.

“Nah gitu donk. Jangan cemberut lagi ya chagi..” ujar Yoo Chun sambil mengelus kepala Hyun Su.

“Hehehe,” Hyun Su tersenyum.

***

Setelah dibujuk oleh Hyun Su, akhirnya So Yon mau menemaninya mencari sepatu untuk pertunangannya. Walau berat hati, namun So Yon tetap menerima ajakan Hyun Su. “Aku tidak boleh mengecewakan Hyun Su. Ya, aku harus melupakan Yoo Chun. Walau bagaimanapun mereka akan segera bertunangan. Yah, mungkin ini takdirku untuk mencari ‘gebetan’ baru. Anggap saja aku apes kali ini,” batin So Yon.

Setelah mencari ke berbagai tempat, sama seperti hari sebelumnya, Hyun Su tetap tidak menemukan sepatu yang pas untuk dirinya. Hyun Su kembali putus asa. Mereka memutuskan untuk duduk di kursi taman sebentar untuk istirahat.

“Aduh bagaimana ini…” Hyun Su cemberut.

“Bagaimana ya…” So Yon menopang dagu dengan tengannya, berpikir. Lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu dalam hatinya, “Oh ya, aku jadi ingat sepatu yang dipinjamkan si OB yang bernama Kim Jun Su waktu itu. Sepatu itu kan sangat bagus, aku yakin Hyun Su pasti suka. Apa aku pinjam lagi saja ya? Ah tapi aku kan tidak mau lagi berurusan dengan Jun Su! Tapi bagaimana dengan Hyun Su? Aku tidak mungkin membiarkannya terus sedih begini hanya karena sepatu.. Oh Tuhan aku harus bagaimana..”

“Ya So Yon a! Kau tidak menyimakku ya?” Hyun Su membuyarkan lamunan So Yon.

“Eh? Ah, maaf Hyun Su a.”

“Ya! Kau ini memikirkan apa sih..” Hyun Su kembali cemberut. Ia menggembungkan pipinya, tanda kecewa.

“Ah maaf Hyun Su a.. Tadi aku hanya teringat sesuatu. Dulu saat aku wawancara jadi model, ada seorang OB yang meminjamkan sepatu padaku. Saat itu aku memakai sepatu sebelah-sebelah, jadi…”

“Ah, kau pasti memakai sepasang sepatu yang berbeda kiri dan kanan ya, hahaha” potong Hyun Su tertawa. So Yon cemberut.

“Ya Hyun Su a! Ini bukan saatnya meledekku,”

“Hahaha maaf maaf. Lalu bagaimana?” Hyun Su menghentikan tawanya dan kembali menyimak So Yon.

“Jadi saat itu, entah darimana asalnya sepatu itu, si OB meminjamkannya padaku. Sepatu itu benar-benar bagus. Aku suka sekali. Dan aku yakin kau pasti menyukainya juga,” lanjut So Yon.

“Begitu ya. Kalau begitu apa aku bisa melihat sepatu itu? Apa kau bisa meminjamkannya untukku, So Yon?” pinta Hyun Su.

So Yon berpikir sejenak. Menimbang keputusan yang akan dia ambil. Apakah dia akan membantu Hyun Su, atau tetap pada prinsipnya untuk tidak berhubungan lagi dengan si OB itu. Namun akhirnya So Yon pun menjawab, “Ya baiklah. Akan kucoba.”

*To be continued*

don't take and copy this ff !!!

0 komentar:

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP