FF "Shoes in Love" Part 4

>> Sunday, April 25, 2010

Tittle : Shoes in Love
Cast :
Main cast :
- Xiah Jun Su TVXQ as Kim Jun Su
- Micky Yoo Chun TVXQ as Park Yoo Chun
- Mey MeyLin 사랑 시아준수 as Park So Yon
- DaieNa Micky Yoochun Cassiopeia as Kim Hyun Su
Figure cast :
- Hero Jae Joong TVXQ as Kim Jae Joong
- U-Know Yun Ho TVXQ as Jung Yun Ho
- Max Chang Min TVXQ as Shim Chang Min
Genre : Comedy-romantic
Written by : Vionita ジェジュン Cassiopeia'Peppermint aka Vio aka me^^

-------------------------------------------------------------

Malam harinya, seperti biasa, waktunya So Yon kerja part-time. Saat itu seluruh pegawai dikumpulkan untuk memperkenalkan satu lagi pegawai baru. Siapa ya?

So Yon menatap seseorang yang sedang berjalan dan sekarang tepat berdiri disamping bos-nya. Wajahnya tidak terlalu jelas karena pegawai baru itu memakai topi dan terus menunduk. Tak lama bosnya pun berbicara,

“Baiklah. Ini adalah pegawai baru kita yang akan bekerja bersama So Yon di bagian kasir. Namanya Kim Jun Su.”

“Eh??” So Yon terlihat kaget mendengar nama itu. Kim Jun Su?? Apa tidak salah dengar?

So Yon terus memandang pegawai itu, memastikan dan berharap kalau nama yang bos-nya sebut tadi tidak sesuai dengan apa yang ada di pikirannya. Perlahan pegawai baru itu mengangkat wajahnya lalu memperkenalkan diri dengan sopan. “Halo semua, nama saya Kim Jun Su. Mohon bimbingan kalian semua.” Lalu dia membungkuk 45 derajat.

So Yon yang mengenali wajah itu langsung saja berteriak, “Ya, kau! Si OB!”

Jun Su yang kaget ikut berteriak, “Kau!”

***

So Yon terus menggerutu. Bagaimana tidak? Orang yang ingin ia hindari, sekarang malah ada di dekatnya, mana kerja satu shift pula. Kalau begini mana bisa menghindar??

Jun Su terlihat sedang melayani konsumen yang sedang membayar belanjaannya, sementara So Yon ada di belakangnya. Dia melipat kedua tangannya sambil menatap Jun Su sebal. Jun Su yang merasa diperhatikan menoleh ke belakang. Dia sedikit mundur saat melihat ekspresi So Yon yang sepertinya siap memakannya saat itu juga.

“Kenapa kau melihatku begitu? Tidak pernah lihat orang kerja ya?” kata Jun Su lalu kembali berbalik membelakangi So Yon.

“Mwo? Omona~” So Yon mulai jengkel. “Apa kau tidak tahu kalau kau mengganggu hidupku lagi hah?” batinnya.

“Ya, kau! Kenapa kau bekerja disini? Kau tahu aku sebal kalau melihatmu, tapi kenapa kau malah bekerja disini?” Tanya So Yon galak.

Jun Su kembali berbalik dan berkata, “Ya! Kau pikir ini minimarket milikmu apa? Lagipula mana aku tahu kalau kau juga bekerja disini? Kalau aku tahu dari awal, aku juga tidak mau kerja disini!”

“Mwo? Kau!!!” So Yon hampir saja menerkam ‘mangsa’ yang ada di depannya. Namun ia kembali mundur, “Aish aku bisa gila!” So Yon pun pergi. Jun Su tidak menghiraukannya lalu kembali bekerja.

***

So Yon pergi dari hadapan Jun Su tanpa arah dan tujuan. Akhirnya ia diam di salah satu sudut ruangan di kamar ganti. Dia terus saja menggerutu tentang Jun Su. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Hei, aku lupa! Hyun Su kan mau pinjam sepatu si Jun Su? Aduh bagaimana ini. Aku dengan dia kan sudah seperti anjing dan kucing, tidak bisa akur. Kalau begini, bagaimana bisa aku pinjam sepatu itu? Ah aku benar-benar bisa gila!” gumam So Yon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tapi aku sudah janji pada Hyun Su. Yah, mau bagaimana lagi. Aku harus baik-baik di hadapan si Jun Su supaya dia mau meminjamkan sepatu itu lagi padaku. Ayolah So Yon, ini hanya sementara sampai pertunangan Hyun Su selesai! Saat aku kembalikan sepatu itu, keadaan menjadi seperti semula deh. Yosh!”

Saat sibuk dengan batinnya, tiba-tiba datang Jun Su.

“Kau ini gila ya? Bisik-bisik sendiri sambil garuk-garuk kepala begitu. Oh my God Sun, kau ternyata memang gila..” ucap Jun Su sambil berlalu. So Yon sudah siap-siap menerkamnya untuk yang kedua kalinya -mungkin lebih-, namun diurungkan niatnya itu. Dia memanggil Jun Su -sebelum dia pergi- dengan nada normal.

“Hei Kim Jun Su,”

Jun Su pun berhenti dan menoleh. “Apa?”

“Ah tidak apa-apa. Kau istirahat saja dulu. Biar giliran aku yang jaga kasir,” kata So Yon lalu pergi meninggalkan Jun Su yang kebingungan.

***
-Jun Su POV-

Oh my God Sun, Apa aku tidak salah dengar dan tidak salah lihat?

Berkali-kali aku mengucek mataku dan menggosok telingaku, tapi sepertinya memang bukan mimpi. Gadis galak ini memanggilku dengan nada normal begitu, bahkan terkesan lembut! Padahal baru beberapa menit yang lalu dia sepertinya akan melahapku hidup-hidup saking sebalnya padaku!

Bahkan sekarang dia menawarkan diri untuk menggantikan pekerjaanku dan menyuruhku istirahat. Sekarang dia sibuk di depan kasir. Tapi dia mengerjakan itu sendirian tanpa memerlukan bantuanku. Aneh kan? Apa tadi saat merenung dia kesambet setan baik ya?

Ah ngapain aku mikirin dia! Lebih baik aku memanfaatkan ini dengan tidur sebentar. Lelah sekali aku hari ini.

-end POV-

***

Jam 9 malam. Saatnya pulang. Jun Su sudah bersiap-siap untuk pulang. Dia keluar dari minimarket, saat itu So Yon memanggilnya, “Jun Su ssi!”

“Jun Su ssi?? Sopan sekali dia, kenapa??” Batin Jun Su. Jun Su pun menoleh dan melihat So Yon sedang berlari ke arahnya.

“Ada apa?” Tanya Jun Su sambil mengernyitkan dahi.

“Kau mau kuantar pulang? Aku bawa mobil kok,” tawar So Yon sambil terengah-engah. Jun Su semakin mengernyitkan dahinya, heran.

“Kau ini kenapa sih? Sebentar galak padaku, lalu sekarang baik padaku. Kau benar-benar gila ya? Ah kurasa kau memang benar-benar gila. Oh my God Sun..” jawab Jun Su lalu berbalik pergi. Tapi So Yon kembali memanggilnya.

“Hei aku serius! Ayo cepat! Mobilku disana,” tanpa basa-basi So Yon menarik tangan Jun Su dan membawanya ke mobil.

“Hei kau mau menculikku ya? Hei lepaskan!” Jun Su memberontak, tapi So Yon menang. Jun Su pun menyerah dan akhirnya masuk mobil So Yon.

Di perjalanan, So Yon dan Jun Su terdiam. Tidak ada yang berbicara. Hening.

“Oh ya,” mereka berbicara berbarengan.

“Ah, kau saja duluan.” Kata Jun Su dingin.

“Tidak, kau saja,” kata So Yon santai sambil konsentrasi menyetir.

“Kau pasti ada maunya ya berbuat baik padaku seperti ini?” tanya Jun Su curiga.

“Eh?” So Yon terlihat salah tingkah, lalu menjawab, “Aniya. Aku tulus kok. Aku lelah bertengkar denganmu terus. Aku pikir kita bisa menjadi teman,”

“Apa? Teman? Kau ingin menjadi temanku? Oh my God Sun, kau memang sudah gila,” jawab Jun Su dingin.

“Terserah kau sajalah,” So Yon menyerah.

Mereka pun kembali terdiam.

“Tadi kau mau bicara apa?” Jun Su memulai pembicaraan.

“Oh, itu…” So Yon terbata-bata. “Emh, anu, itu…”

“Apa? Bilang saja,” potong Jun Su.

“Itu, soal sepatu yang kau pinjamkan waktu dulu. Apa masih kau simpan?” Tanya So Yon ragu-ragu.

“Ya, tentu saja. Memang kenapa?”

“Ah, itu… Boleh aku meminjamnya? Temanku akan bertunangan minggu depan, dan ia belum menemukan sepatu yang cocok..” ungkap So Yon jujur.

“Tapi kenapa harus sepatu kakakku?” Tanya Jun Su heran.

“Itu, karena modelnya bagus. Aku yakin temanku pasti suka. Boleh kan aku meminjamnya? Ayolah, hanya seminggu saja, sampai pesta pertunangan temanku itu selesai, aku akan langsung mengembalikannya padamu.” Kata So Yon memelas.

“Oh, jadi ini toh tujuanmu bersikap baik padaku. Rupanya karena sepatu..” Jun Su tersenyum sinis, membuat So Yon terdiam dan gugup karena rahasianya ketahuan. Dia hanya tersenyum simpul.

“Baiklah. Aku akan meminjamkannya. Anggap saja pinjaman sepatu itu sebagai bayaran karena kau telah mengantarku pulang hari ini.” Kata Jun Su tanpa memperhatikan So Yon.

“Benarkah? Ah terima kasih banyak ya Jun Su ssi! Kau baik sekali! Baiklah, kau lebih baik tidur saja dulu. Rumahmu kan agak jauh. Nanti kalau sudah sampai aku bangunkan deh,” kata So Yon semangat. Jun Su meliriknya lalu tersenyum, manis sekali. Membuat So Yon salah tingkah untuk yang kedua kalinya.

Tak lama Jun Su pun tertidur. So Yon sesekali melirik Jun Su yang terlelap, nyenyak sekali. Mungkin pekerjaan hari ini benar-benar membuatnya lelah. “Hei, kalau sedang tidur begitu dia manis juga.. Ah berpikir apa aku ini! Ayo So Yon, kau konsentrasi menyetir saja, jangan hiraukan Jun Su!” batin So Yon.

Lima belas menit kemudian mereka pun sampai. So Yon memarkirkan mobilnya di samping pagar rumah Jun Su. Dia melirik ke arah Jun Su. Ternyata masih tertidur lelap. So Yon yang tidak tega membangunkannya akhirnya memutuskan untuk keluar sebentar membeli minuman hangat.

Tidak lama, So Yon kembali dengan membawa dua cup kopi hangat di tangannya. Satu untuknya, dan satu lagi untuk Jun Su. Entah angin apa yang merasuk ke dalam dirinya hingga ia menjadi perhatian pada Jun Su yang terlihat kelelahan sejak tadi. Mungkinkah hanya rasa kasihan, rasa simpati, rasa ingin berterima kasih karena sudah mau meminjamkan sepatu padanya, atau mungkin karena hal lain. Entahlah. Karena So Yon sendiri tidak mengerti dengan sikapnya sekarang.

So Yon membuka pintu mobil, lalu melihat ke arah Jun Su, memastikan apa dia sudah bangun atau belum. Tapi Jun Su tidak ada disana. Ya, Jun Su tidak ada di dalam mobil. Kemana dia??

So Yon menutup pintu mobilnya. Kopi hangat yang sejak tadi ia pegang dijatuhkan begitu saja. Yang ada di pikirannya hanya Jun Su. Kemana dia sebenarnya? Kenapa menghilang begitu saja? Saat dia berbalik hendak mencari Jun Su, tiba-tiba dia menabrak sosok yang ada di hadapannya. Barang yang dibawa orang itu pun jatuh.

“Ah maaf, maafkan saya,” So Yon membungkuk meminta maaf, mengambil barang yang terjatuh tadi lalu menengadah, melihat siapa orang yang ditabraknya tadi. “Kau...”

*to be continued*

don't take and copy this ff !!!

0 komentar:

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP