FF Special White Day "With All My Heart" PART 4
>> Wednesday, March 17, 2010
Tittle : With All My Heart
Cast : Chang Min-YunHo-JaeJoong-Junsu-YooChun (TVXQ), KangIn-EunHyuk-LeeTeuk-SungMin-HeeChul (Super Junior)
Guest Star : YunJaeMin
Author : Vionita
-------------------------------------------------------------
(keesokan harinya di sekolah)
“Hei JaeJoong a, kenapa wajahmu pucat begitu? Kau sakit?” tanya Eun Hyuk.
“Oh, Eun Hyuk a. kau sudah sembuh ya..”
“Hei kau ini. Aku tanya kau kenapa Jae.. oh iya mana ChangMin? Tumben kalian gak bareng, lagi ada masalah ya?” tanya Eun Hyuk lagi.
JaeJoong terdiam sesaat.
“Eun Hyuk a..” JaeJoong mulai bicara.
“Hmm?”
“Apabila kau menemukan cinta pertamamu saat kau sudah bersama yang lain, apa yang akan kamu lakukan?” tanya JaeJoong.
“Hmm.. Kalau aku, tentu saja aku akan memilih cintaku yang sekarang. Walaupun cinta pertama itu penting, tapi bukan berarti aku harus meninggalkan cintaku yang sekarang hanya untuk cinta pertama. Yang lalu biarlah berlalu, tidak akan pernah kembali. Itu hanya akan menjadi kenangan yang tidak bisa diulang kembali. Jalani saja yang sekarang dan lupakan masa lalu,” jawab Eun Hyuk mantap.
“Begitu ya,” JaeJoong menarik napas panjang.
“Jae, setiap orang punya pemikirannya masing-masing. Tadi itu pemikiranku. Saranku, ikutilah kata hatimu, jangan ikuti egomu. Hanya hatimu yang dapat membawamu menuju kebahagiaan yang kau inginkan. Percayalah padaku,” Eun Hyuk merangkul JaeJoong, berusaha memberikan support padanya.
“Ya aku mengerti. Gomawo Eun Hyuk a..” JaeJoong tersenyum pada Eun Hyuk. Hanya Eun Hyuk yang selalu bisa membuat dirinya merasa tenang. Ya, Eun Hyuk memang tempatnya berkeluh kesah jika sedang ada masalah. Eun Hyuk sahabat terbaiknya.
“Sama-sama Jae. Oh ya tentang murid baru itu, apa kau mau aku menggantikanmu menemaninya keliling sekolah? Aku kan sudah sembuh sekarang,” tanya Eun Hyuk.
“Aniya, gwenchana.. nanggung, aku saja Hyukkie..” jawab Jae Joong cepat. Entah mengapa dia jadi bersemangat.
“Oh begitu, baiklah. Kalau ada apa-apa kau panggil aku saja ya. Ya sudah kalau begitu, aku kembali ke kursiku ya. Bel masuk kan baru saja bunyi,” Eun Hyuk pun pergi.
“Oke,”
-JaeJoong POV-
Yosh! Aku sudah mengambil keputusan sekarang. Meskipun aku senang YunHo telah kembali, tapi aku kan sudah punya ChangMin. Aku tidak boleh mengecewakannya.. eh tunggu dulu, tapi ChangMin kemana ya? Kenapa dia tidak masuk hari ini? Apa dia sakit? Dan, astaga.. YunHo juga tidak masuk! Apa dia marah karena aku meninggalkannya kemarin? Aduh kemana mereka ini?
Tiba-tiba handphone-ku bergetar. Ada telepon masuk. YunHo??
Aku pun mengangkat telepon YunHo, “Nde YunHo a,”
“Boojae a..boojae a.. boojae a..” suara YunHo terdengar sangat lemas.
“YunHo a, ada apa? Kau kenapa? Ya YunHo!” aku berteriak, teman-teman sekelas melihat padaku.
Tiba-tiba seseorang berbicara di ujung telepon, tapi bukan YunHo.
“Maaf, apa anda temannya YunHo? Kami dari Rumah Sakit Seoul. Seseorang menemukan YunHo pingsan ditengah jalan dan membawanya kemari. Dia terus menyebut nama anda, karena itu saya berusaha menghubungi anda saat pria ini siuman tadi. Saya harap anda bisa kesini secepatnya,” kata pria di ujung telepon.
Aku tersentak kaget. Handphone-ku kubiarkan terjatuh. YunHo.. YunHo.. YunHo.. Hanya dia yang kini ada di dalam otakku. Tanpa pikir panjang aku pun langsung pergi meninggalkan kelas. Aku tidak peduli pada teman-temanku yang berteriak memanggilku. Aku hanya ingin melihat keadaan YunHo sekarang..
-End JaeJoong POV-
JaeJoong sampai di Rumah Sakit Seoul, dan langsung mencari kamar UGD. Sampai disana, dia mencari sosok YunHo di setiap tempat tidur, berharap ia menemukan YunHo yang terbaring disana. Tiba di ujung ruangan, akhirnya ia pun melihat YunHo. JaeJoong segera berlari dan memeluk YunHo yang masih terbaring lemah.
“Boojae a..kau datang..” YunHo berbisik lemah pada JaeJoong.
“Tentu saja aku datang YunHo a.. Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku.. Kumohon jangan begini..” JaeJoong mulai menitikkan air mata.
“Jangan khawatir Boojae. Dokter bilang aku hanya demam.. Aku kecapean, terlalu banyak pikiran, jadi aku hanya perlu banyak istirahat,” YunHo berusaha membuat JaeJoong tenang.
“YunHo a..” JaeJoong pun melepas pelukannya dan duduk di samping YunHo. “Aku akan menemanimu disini sampai kau sembuh..”
Tiba-tiba seorang pasien datang dan dibawa ke sebelah tempat tidur YunHo. Sayang mereka tidak bisa melihat pasien itu karena masing-masing kamar ditutup oleh gorden. Pasien itu mengerang kesakitan. JaeJoong penasaran ingin melihatnya, tapi banyak sekali dokter yang mengerubuninya untuk memberi pertolongan. Samar-samar dia mendengar dokter itu berbicara, “Penyakitnya sudah sangat gawat. Dia hanya bisa bertahan sebulan.. Kasihan sekali anak ini.. padahal dia masih SMU, masih muda..”
Sesaat JaeJoong melihat pria yang sedang mengerang itu melihat ke arahnya. Mata yang hangat. JaeJoong seperti tidak asing dengan sepasang mata hangat itu. Dia seperti mengenalnya, tapi siapa dia? Saat sedang berusaha mengingat, YunHo memanggilnya.
“Boojae, ada apa?”
“Ah, tidak apa-apa Yun,” jawab JaeJoong dan kembali duduk disamping YunHo.
***
Keesokan harinya YunHo sudah masuk sekolah seperti biasa. Tapi ChangMin masih belum masuk sekolah. JaeJoong sudah berusaha menghubunginya semalaman, tapi tidak bisa. Ada apa dengan ChangMin?
Dibalik menghilangnya ChangMin, YunHo dan JaeJoong malah semakin dekat. Semalam JaeJoong mengantarkan YunHo pulang ke rumahnya. Dan bahkan tadi pagi mereka pergi ke sekolah bersama. JaeJoong berpikir, semua yang ia lakukan pada YunHo saat ini mungkin adalah yang terakhir, karena dia sudah memutuskan untuk tetap bersama ChangMin. Jadi saat ChangMin kembali sekolah nanti, saat itu juga dia akan meninggalkan YunHo. Dia berjanji kalau ChangMin kembali ke sekolah, ia akan menceritakan semuanya pada ChangMin. Dan ia percaya ChangMin akan mengerti dirinya.
***
(3 hari kemudian)
Tiga hari sudah ChangMin tidak masuk sekolah. Kemana dia? JaeJoong terus gelisah di meja kelasnya. Tidak ada yang tahu dimana ChangMin berada sekarang. Hal ini membuat JaeJoong sedih. Tapi..
“Boojae a.. mau eskrim?” tawar YunHo yang sejak tadi sudah duduk di sampingnya.
“Ah, kau saja Yun.. aku sedang tidak ingin apapun,” jawab JaeJoong datar.
“Kau pasti memikirkan pacarmu itu ya?” tanya YunHo sambil melumat eskrim yang ada di tangannya.
“Ya, tentu saja. Aku sangat khawatir. Dia sama sekali tidak memberiku kabar,” jawab JaeJoong lemas.
“Kau tenang saja Boojae..dia pasti masuk sekolah besok..” YunHo berusaha menghibur JaeJoong.
JaeJoong menatap wajah YunHo yang sedang asyik dengan eskrim-nya. Mata YunHo memancarkan kesedihan yang amat dalam, JaeJoong menyadari itu.
“Maafkan aku YunHo. Aku tahu kau sebenarnya sangat sedih kan karena aku memilih ChangMin, bukan memilih kau..” JaeJoong menatap YunHo dalam-dalam, YunHo terdiam.
JaeJoong meraih tangan YunHo dan menggenggamnya erat. “Yunnie ya.. Meski aku memilih ChangMin, tapi percayalah.. Kau cinta pertama yang sangat berarti bagiku. Aku sangat berterima kasih kau mau manjemputku kembali, tapi semua sudah terlambat. Maaf aku telah mengecawakanmu. Walau begitu, aku akan selalu mencintaimu sebagai cinta pertamaku.. Kau adalah kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan,”
YunHo menatap JaeJoong. Dia melihat ketulusan dalam kata-kata JaeJoong barusan. YunHo ingin menangis, tapi ia tahan sampai ia berkata, “Boojae, bolehkah aku memelukmu?”
JaeJoong kembali menatap YunHo, lalu mengangguk pelan. YunHo pun memeluk JaeJoong, memberikan dekapan hangat untuk orang yang dicintainya itu. Mungkin ini adalah pelukan terakhir, pikirnya. Tak terasa YunHo meneteskan air matanya dan terasa oleh JaeJoong. JaeJoong pun mengelus punggung YunHo, berusaha menghentikan air matanya. Tapi tanpa ia sadari, ia pun menangis di pelukan YunHo. “YunHo menangis karena aku. Maafkan aku YunHo,” gumam JaeJoong dalam hati.
***
(malam harinya, di rumah JaeJoong)
-JaeJoong POV-
Aku berusaha menghubungi ChangMin berkali-kali, tapi tetap tidak bisa. Besok kan ulang tahun ChangMin, kenapa dia malah tidak bisa dihubungi?
Mungkin ChangMin akan memberi surprise di ulang tahunnya besok. Dia sengaja menghilang agar aku khawatir, lalu dia akan tiba-tiba muncul di hadapanku. Ah ya, pasti begitu! Dasar Minnie, lihat saja ya.. Aku akan membuatmu menyesal karena sudah mengerjaiku..
Aku kembali membungkus hadiahku untuk ChangMin. ChangMin pasti suka ini. Sebuah syal merah dengan motif unik yang kubuat dengan tanganku sendiri. Cocok untuk ChangMin. Ah ya, ada satu lagi. Aku akan buatkan bento(bekal) untuk ChangMin besok. Dia kan sangat suka masakan buatanku. Dan aku yakin, besok ChangMin pasti masuk sekolah. Dan dia akan menyukai hadiah ulang tahun dariku..
-end JaeJoong POV-
T.B.C
0 komentar:
Post a Comment