FF Special White Day "With All My Heart" PART 2

>> Wednesday, March 17, 2010

Tittle : With All My Heart
Cast : Chang Min-YunHo-JaeJoong-Junsu-YooChun (TVXQ), KangIn-EunHyuk-LeeTeuk-SungMin-HeeChul (Super Junior)
Guest Star : YunJaeMin
Author : Vionita

-------------------------------------------------------------

(pulang sekolah)

JaeJoong ditemani ChangMin berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang guru. Kang In seongseng menyuruh Jae menghadapnya saat bubar sekolah.

Mereka pun masuk ke ruang guru. Ada YunHo disana. “Aish kenapa aku harus bertemu dia lagi?”gumam JaeJoong.

“Oh Jae, kau sudah datang. Aduh, kau ini menempel terus dengan ChangMin. Tidak berubah sejak lima tahun lalu. Hahaha, langgeng ya..”

“Ia dong seongsengnim. Hehehe,” jawab JaeJoong sambil merangkul ChangMin.

“Cih,” gumam YunHo.

“ah begini Jae, YunHo ini kan murid baru. Jadi untuk perkenalan lingkungan sekolah selama seminggu ini, kau yang bantu dia ya,” ujar Kang In seongseng.

“Eh? Aku? Aduh seongsengnim, kenapa musti aku?kan masih ada Eun Hyuk, ketua kelas kita..” protes JaeJoong kesal.

“Ya mau bagaimana lagi..Eun Hyuk kan sedang sakit, dia masih dalam perawatan. Jadi kamu sebagai wakil ketua kelas yang baik, bantulah seongsengnim’mu yang tampan ini ya..” ucap Kang In seongseng dengan wajah memelas.

“Wah seongsengnim, saya pikir anda galak. Tapi ternyata bisa bercanda juga ya,” YunHo tiba-tiba menimpali.

“Oh tentu saja YunHo, kalau di depan murid itu harus jaim & tegas supaya mau diatur. Lagipula jaim terus kan tidak baik, nanti saya bisa cepat tua, haha” jawab Kang In seongseng sambil tertawa.

“Ya seongsengnim.. ini bukan saatnya bercanda,” JaeJoong yang merasa tidak dipedulikan daritadi pun memulai protesnya lagi.

“Ayolah Jae, cuma kamu yang bisa gantiin Eun Hyuk, oke? Oke sudah diputuskan! YunHo, besok kau minta tolong pada JaeJoong saja ya. Oke saya tinggal dulu, kebelet nih,” jawab Kang In seongseng tanpa membiarkan JaeJoong protes untuk yang ketiga kalinya. Dengan terburu-buru Kang In seongseng pun keluar dari ruangan. JaeJoong diam mematung. ChangMin berusaha menghibur JaeJoong, sedangkan YunHo mendelik melihat JaeJoong dan ChangMin.

“Ya sudah. Aku mau pulang. Hei Jun, besok jangan lupa antar aku keliling sekolah ini, kalau tidak aku laporkan Kang In seongseng!” YunHo pun keluar dari ruangan.

“Ya! Namaku Joong, Jae Joong, bukan Jun! Aish!” teriak JaeJoong kesal.

“Sudahlah, ayo kita pulang saja Joongie..” ajak ChangMin. Mereka pun pulang.

***
(malam hari di rumah JaeJoong)

JaeJoong cemberut di depan televisi dengan segenggam cemilannya. Dia terlihat masih kesal dengan kejadian di sekolahnya tadi siang.

“Aish menyebalkaaannn !!!” Jae melempar snacknya ke arah pintu masuk rumahnya. Pada saat yang bersamaan, YooChun appa yang saat itu baru pulang kerja membuka pintu masuk dan ups…snack JaeJoong yang tadi dilempar tepat mengenai wajah YooChun! Isi snack pun berhamburan kemana-mana, mengotori baju YooChun.

“JaeJoong ya! Wae! Kamu kenapa sih? Lihat baju appa jadi kotor semua!” YooChun appa terlihat sangat marah.

“Appa, mianhae.. maaf appa, aku ga lihat ada appa tadi..” jawab JaeJoong sambil menghampiri YooChun dan berusaha membersihkan ‘bekas’ cemilan.

“Aigoo ada apa ini? Omo, Chunnie-ku, kenapa kau kotor begitu?” JunSu umma yang datang langsung saja mengelus-elus YooChun.

“Anakmu ini Junnie. Dia tadi melempar snack ke mukaku,” jawab YooChun dengan gaya yang sangat manja, ingin dielus JunSu *lagi*.

“Mwo?” JunSu umma melihat ke arah JaeJoong.

“Aniya umma, aku gak sengaja! Appa, aku ga sengaja, kan aku udah minta maaf tadi,” JaeJoong tidak kalah memelas.

“Ah kau ini Joongie, lihat kan appa-mu jadi kotor begini, sini aku bersihkan Chunnie..” kata JunSu sambil memeluk dan memberi kecupan pada YooChun.

“Ya umma,appa! Jangan mesra-mesraan di depan aku donk..” Jae menimpali.

“Aduh kau ini Jae. Padahal kan biasanya kau dan ChangMin yang mesra di depan umma dan appa. Sekarang giliran umma donk. Ia kan appa,” jawab JunSu umma sambil melirik YooChun appa.

“Tentu saja dolphin-ku,” jawab YooChun sambil memeluk JunSu umma.

“Ya! Umma! Appa! Aish,” Jae pun pergi meninggalkan umma dan appa-nya, kesal.

“Kenapa dia? sejak tadi kelihatannya kesal,” tanya YooChun appa pada JunSu umma.

“Mullaso. Gak tau tuh, sejak pulang sekolah dia begitu,” jawab JunSu umma.

***

Keesokan harinya, hari-hari menyebalkan bagi JaeJoong pun dimulai..

(jam istirahat di sekolah)

JaeJoong dan ChangMin bersiap-siap pergi ke kantin. Tiba-tiba YunHo datang menghampiri mereka. Dia lansung saja memegang dan menarik tangan JaeJoong, membuat ChangMin marah.

“Ya YunHo! Apa-apaan kau? Lepaskan tangan JaeJoong!”

“Apa kau lupa? Jun selama seminggu ini kan jadi milikku,” jawab YunHo santai.

“Hei sudah kubilang aku ini JaeJoong bukan Jun!” JaeJoong terlihat sangat kesal.

“Ya ya ya apapun itu. Jon, ayo antar aku keliling sekolah sekarang,” YunHo langsung saja menarik JaeJoong tanpa mempedulikan ChangMin yang sejak tadi menggerutu padanya.

-ChangMin POV-

“Minnie ya, jangan marah ya.
Ini sudah tanggung jawabku, aku harus menemani anak ini keliling sekolah..
Sebenarnya aku tidak mau, tapi ya mau bagaimana lagi..
Nanti aku kasih kabar lagi yah,
With love, Joongie”

Sms JaeJoong masuk ke hp-ku. Aku mengambil nafas panjang dan mendesah. Hah, sejak ada YunHo, aku dan JaeJoong jadi jarang bersama. Tapi ya sudahlah, yang penting hubunganku baik-baik saja. Toh aku percaya pada Jae..

Ah ya, aku lupa. Aku kan harus meminjam buku catatan Si Won. Dia kan paling lengkap catatannya. Lumayan, untuk bahan belajar bersamaku dengan JaeJoong.. Hehehe.. Aigoo kenapa aku bisa lupa..

Aku pun pergi meninggalkan kelas.

-End ChangMin POV-

Di tempat lain…

JaeJoong dan YunHo sedang berjalan di tangga koridor menuju lantai 3. JaeJoong menutup handphone-nya. Dia baru saja selesai mengirim sms pada ChangMin. Tiba-tiba YunHo menepuknya,

“Ya Jon! Saat bersamaku kau tidak boleh memegang hp!” YunHo berkata pada JaeJoong sambil merampas handphone-nya.

“Mwo? Omona, apa-apaan kau? Pertama kau selalu salah menyebut namaku, sekarang kenapa kau malah seenaknya membuat peraturan seperti itu? Andwe, tidak bisa! Kembalikan hp-ku!” Jae yang marah berusaha merebut hp-nya kembali.

“Tentu saja tidak boleh! Kalau kau memegang hp, pasti kau akan terus sms pacarmu itu, lalu aku di’cuek’in, terus kau akan menyuruhku keliling sendirian, ia kan?! Tidak boleh pokoknya!” YunHo berusaha menjauhkan hp JaeJoong dari pemiliknya.

“Hei kembalikan hoy hoy hoy,” Jae tetap berusaha merebut.

Tiba-tiba JaeJoong terpeleset dari tangga dan hampir saja terjatuh! Untung saja YunHo segera menarik tangan JaeJoong, jadi Jae tidak jadi jatuh. Tapi, ups…

YunHo menarik tangan JaeJoong dan menarik tubuh JaeJoong ke pelukannya agar Jae tidak jatuh. Tiba-tiba terjadi sedikit ‘kecelakaan’.

*cup*

Tarikan YunHo terhadap tubuh JaeJoong membuat bibirnya tepat menyentuh bibir JaeJoong dan memberi dekapan ‘refleks’ padanya. JaeJoong pun tak bisa mengelak, karena sedikit saja dia bergerak, dia pasti jatuh. 15 detik Yunho dan JaeJoong bertahan dengan posisi seperti itu, JaeJoong pun melepas dekapan YunHo. Dia menutup bibirnya dengan tangannya seakan tidak percaya, lalu pergi meninggalkan YunHo. YunHo hanya bisa menunduk lemas. Tanpa mereka sadari seseorang telah melihat mereka berdua..

(di rumah JaeJoong)

-JaeJoong POV-

Aku tidak bisa melupakan kejadian di tangga sekolah tadi siang. Aku dan YunHo berciuman! Dan itu adalah ciuman pertamaku.. Selama aku pacaran dengan ChangMin, aku bahkan tidak pernah mencium bibirnya, aku hanya berani mencium pipinya dan memeluknya, hanya sebatas itu saja. Tapi kenapa ciuman pertamaku dengan YunHo? Bukan dengan ChangMin, pacarku?

Saat YunHo menciumku tadi, aku tidak bisa mengelak, kenapa? Yah, minimal kan aku harusnya menampar YunHo tadi. Tapi kenapa tanganku ini malah kaku, tidak bisa melayangkan tamparan ke wajah YunHo? Aku malah berdebar-debar, gugup, seakan aku sudah menantikan kejadian ini sejak lama. Ada apa denganku? Kenapa aku begini?

“Ayolah JaeJoong, itu hanya kebetulan karena YunHo tadi berniat menyelamatkanmu supaya tidak jatuh..” pikirku sambil menepuk-nepuk kepala.

“Tapi kalau memang benar hanya berniat untuk menyelamatkanku, dia kan bisa menarikku ke sampingnya, tidak harus ke pelukannya. Dan saat berciuman tadi harusnya kan dia juga mengelak, tapi kenapa tidak? Apa sih yang dipirkan anak itu? Jangan-jangan dia suka padaku?” protes batinku yang lain.

“Ah tidak mungkin. Dia kan membenci aku dan ChangMin, mana mungkin dia menyukaiku?” batinku terus bertengkar.

Aish, kenapa aku jadi memikirkan dia terus!!!

Aku pun menyandarkan kepalaku di atas meja, tidak mempedulikan sekitarku. Tiba-tiba seseorang menjitak kepalaku, keras sekali!

“adawww,” aku mengelus kepalaku.

“Rasakan! Itu akibatnya kalau kau tidak menyimakku ngomong daritadi..” ChangMin tertawa terkekeh-kekeh.

“Minnie ya! Sakit tau..” aku terus mengelus kepalaku yang benjol karena jitakan ChangMin.

“Hehehe, maaf deh Joongie. Habis kamu daritadi gak nyimak aku ngomong sih. Kamu kenapa? Lagi ada masalah ya? Sepertinya kamu lagi mikirin sesuatu daritadi..” ChangMin ikut mengelus ‘bekas’ jitakannya di kepalaku.

“Aku..”

“Ah aku tau! Kamu pasti lagi mikirin coklat apa yang bakal kamu kasih ke aku saat Valentine besok kan! Ah Joongie sayang, aku jadi terharu.. ah pas sekali, Valentine tahun ini kan hari Minggu. Kalau begitu kita kencan ya! Aku akan menunggumu di taman biasa, jangan telat yah!” ChangMin memotong pembicaraanku.

Ah ya, besok Valentine. Astaga kenapa aku bisa lupa? Aku harus membuat coklat untuk ChangMin, dia kan sangat suka coklat buatanku.

“Ah ya, emh, ya tentu saja,” aku menjawabnya dengan sedikit terbata-bata. Walau bagaimanapun aku masih tetap kepikiran dengan kejadian tadi siang.. aku selalu merasa bersalah pada ChangMin setiap ingat kejadian itu.

“Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu ya Joongie. Aku tidak akan mengganggumu membuat coklat, hehehe.. Bye Joongie-ku,” ChangMin mencium keningku lalu buru-buru pamit pulang. Sepertinya dia sedang menghindari sesuatu. Aku hanya mengangguk pelan, lalu menunduk.

“Maafkan aku Minnie, aku tidak bisa menceritakan semua ini padamu, maaf..” batinku dalam hati.

Setelah ChangMin pulang, aku pun segera pergi ke dapur. Aku harus membuat coklat yang paling enak untuk ChangMin..

-End JaeJoong POV-

T.B.C

0 komentar:

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP