FF Special White Day "With All My Heart" PART 5

>> Wednesday, March 17, 2010

Tittle : With All My Heart
Cast : Chang Min-YunHo-JaeJoong-Junsu-YooChun (TVXQ), KangIn-EunHyuk-LeeTeuk-SungMin-HeeChul (Super Junior)
Guest Star : YunJaeMin
Author : Vionita

-------------------------------------------------------------

(keesokan harinya, 18 Februari, hari ulang tahun ChangMin)

YunHo pergi ke sekolah dengan langkah lemas. Masih terlalu pagi untuk pergi ke sekolah. YunHo masih memikirkan kejadian kemarin saat dia memeluk JaeJoong untuk terakhir kalinya. Perih sekali rasanya..

Saat sedang sibuk dengan pikirannya, seseorang menepuknya dari belakang.

“YunHo ya!”

YunHo menoleh dan kaget melihat orang yang menepuknya barusan. “Eh? ChangMin a?”

“Ya. Pagi sekali kau pergi hari ini,” ujar ChangMin santai.

“Oh, kau juga,” jawab YunHo singkat.

“Ya. Tiba-tiba saja ingin pergi lebih dulu,” ChangMin tersenyum. Tumben sekali, padahal biasanya dia selalu memasang tampang jutek di depan YunHo.

“Kau kemana saja? Jaejoong mengkhawatirkanmu,” YunHo memulai pembicaraan. Suaranya semakin pelan jika menyangkut JaeJoong.

“Joongie? Oh.. Aku sudah terlalu lama tidak memberi kabar padanya,” jawab ChangMin.

“Ya kau! Tega sekali membuatnya khawatir seperti itu! Kau…” YunHo mulai emosi.

“Kau menyukai JaeJoong?” potong ChangMin, melirik ke arah YunHo.

“Mwo?” YunHo kaget.

“Aku tanya apa kau menyukai JaeJoong? Aku tahu kau cinta pertamanya, sekarang jawab aku, apa kau masih mencintainya?” ChangMin meninggikan suaranya.

“Darimana kau tau itu hah?” YunHo balik bertanya.

“Itu tidak penting! Kau jawab saja, YA ATAU TIDAK?” ChangMin mulai emosi.

YunHo yang emosinya memuncak, tanpa pikir panjang langsung menjawab ChangMin dengan sedikit membentak, “Ya! Aku mencintainya! Aku mencintainya! Aku tidak bisa hidup tanpanya! Aku datang ke korea hanya untuk menjemputnya kembali padaku! Tapi ternyata dia memilihmu, bukan aku! Kau puas hah? KAU PUAS?”

ChangMin terdiam sejenak. Perlahan ia mulai mengontrol emosinya, lalu kembali bertanya dengan nada pelan, “Lalu, apa kau bisa membuat JaeJoong bahagia?”

“Mwo?” YunHo heran. Emosinya sedikit demi sedikit berkurang. “Apa yang kau katakan?”

ChangMin tersenyum dan melirik YunHo, “Aku tanya apa kau bisa membahagiakan JaeJoong?”

“Apa maksudmu?” YunHo menatap ChangMin serius.

“Jawab saja..” ChangMin tidak kalah serius.

“Ya tentu saja! Mana mungkin aku tidak bisa membahagiakan orang yang aku cintai!” jawab YunHo mantap.

ChangMin menunduk, dia menghela napas lalu berkata, “Begitu ya..”

YunHo masih terlihat bingung dengan sikap ChangMin. Lama sekali ChangMin menunduk seperti memikirkan sesuatu, tidak lama ia kembali menatap YunHo lalu tersenyum.

“Oke, kalau begitu aku tenang sekarang. Aku titip JaeJoong padamu ya. Jagalah dia. Jangan pernah kau sakiti dia,” ujar ChangMin menepuk bahu YunHo. YunHo melongo.

“Baiklah aku pergi duluan ya,” ChangMin pun pergi meninggalkan YunHo yang masih bengong. Baru beberapa langkah ChangMin pergi, YunHo memanggilnya.

“Ya ChangMin a! apa maksud perkataanmu? Kau ini kenapa hah?”

ChangMin menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah YunHo dan berkata, “aniya..”. ChangMin tersenyum lalu kembali berbalik pergi tanpa mempedulikan YunHo yang terus menerus memanggil namanya.

***

JaeJoong datang lebih awal ke sekolah. Ia sengaja menunggu ChangMin di dekat sekolah. Dia ingin memberikan surprise sebelum masuk sekolah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.55, lima menit lagi bel sekolah berbunyi. Tapi ChangMin belum juga muncul. JaeJoong menatap jam tangannya dan tertunduk lemas. Minnie ya, sebenarnya kau kemana?pikirnya.

JaeJoong pun putus asa. Akhirnya dia pun berlari menuju sekolah sebelum bel berbunyi. Air matanya ingin sekali keluar, tapi dia menahannya.

JaeJoong berjalan di koridor kelasnya. Dia terus mengkhawatirkan ChangMin. Sampai tiba-tiba..

“Ya Joongie ya!” seseorang merangkul JaeJoong dari belakang. JaeJoong menoleh.

“Minnie ya!” JaeJoong pun memeluk ChangMin. “Kau kemana saja, aku khawatir sekali, kenapa kau tidak memberi kabar.. Leluconmu tidak lucu ah..” JaeJoong mulai menangis. ChangMin membalas pelukan JaeJoong.

“Uuu Joongie ya, cup cup cup.. jangan nangis ya.. Aku sudah disini sekarang, jangan sedih lagi ya..” ChangMin pun melepas pelukannya setelah tangis JaeJoong mulai reda.

“Minnie ya, kau kurus sekali?!” JaeJoong memegang wajah ChangMin, meraba setiap tirus wajahnya yang semakin mengecil.

“Oh ya? Aku kan diet, berarti dietku ini berhasil dong..hehehe,” ChangMin tertawa.

“Ah bohong.. Kau kan sudah kurus kerempeng begitu, mana mungkin diet? Kau bohong ya?” JaeJoong mulai curiga.

“Hahaha jahat sekali aku dibilang kurus kerempeng,” ChangMin tertawa sambil cemberut manja.

“Min, aku serius tau.. “ JaeJoong merubah ekspresi wajahnya, serius.

ChangMin menatap JaeJoong dalam dalam, lalu tersenyum, “Joongie ya, aku tidak apa-apa, sungguh. Percayalah,” ChangMin berusaha meyakinkan JaeJoong, lalu memeluknya. “Aku rindu sekali padamu Joongie..”

“Minnie ya.. Aku juga merindukanmu.. Kau ini kemana saja..” JaeJoong semakin mempererat pelukannya.

“Aku hanya pergi ke suatu tempat sebentar.. Maaf ya aku tidak memberitahumu..” ChangMin mengelus kepala JaeJoong.

“Oh ya,” ChangMin melepas pelukannya. “Kau tidak lupa dengan ulang tahunku kan?”

“Tentu saja tidak Min.. Ini hadiah untukmu,” JaeJoong memberi sebuah kantong berisi hadiah untuk ChangMin. ChangMin membuka kantong itu.

“Whaa, syal. Bagus sekali Joongie ya! Aku pakai ya,” ChangMin memakaikan syal itu ke lehernya. “Bagaimana? Bagus tidak?”

“Kau tampan sekali memakainya Min..” JaeJoong tersenyum.

“Ah senangnya, gomawo Joongie ya. Ah tunggu, ada lagi ya,” ChangMin kembali meraba isi kantong. “Whaa, bento! Horeee, kangen sekali aku dengan masakanmu Joongie.. terima kasih ya.. nanti saat istirahat kita makan bersama ya,” ChangMin terlihat sangat bersemangat, tapi tetap terlihat aneh di mata JaeJoong.

“Kau benar-benar tidak apa-apa Minnie?” JaeJoong kembali bertanya.

“Jeongmal.. sungguh aku tidak apa-apa Joongie.. Ah, ayo ke kelas, sebentar lagi pelajaran dimulai..”
Mereka pun masuk ke kelas. Eun Hyuk yang melihat mereka masuk segera menghampiri.

“Ya ChangMin a! kemana saja kau? Aigoo, kau ini. Pacarmu ini sedih sekali selama kau tak ada, kau tahu?” Eun Hyuk menepuk pundak ChangMin. ChangMin tersenyum dan melihat ke arah JaeJoong. JaeJoong tersipu, “Ya Eun Hyuk!”

“Hehehe, dasar pacarku ini..” ChangMin kembali menatap JaeJoong lalu merangkulnya. Tatapannya terlihat sangat sedih.

“Aigoo, mesra-mesraan lagi deh.. Oke aku ga akan ganggu kalian kangen-kangen’an .. haha,” Eun Hyuk menepuk ChangMin lalu kembali ke kursinya. ChangMin melepas rangkulannya dan menatap JaeJoong. Tatapan kosong. Kesedihan yang mendalam muncul dari sana.

“Minnie ya, kenapa kau melihatku seperti itu?” JaeJoong heran. Sikap dan tatapan ChangMin berbeda hari ini, pikirnya.

“Ah tidak apa-apa. Aku hanya berpikir ternyata pacarku ini sangat peduli padaku ya.. Aku jadi terharu.. Hehe .. “ ChangMin mencubit pipi JaeJoong manja.

“Minnie ya,” JaeJoong malu.

“Hehe.. Ah sudahlah, ayo duduk Joongie,”

ChangMin dan JaeJoong pun berjalan menuju meja mereka. YunHo terlihat memperhatikan mereka. ChangMin tersenyum ke arah YunHo lalu duduk di kursinya.

***
(pulang sekolah)

ChangMin dan JaeJoong berjalan berdampingan ke luar kelas. YunHo mengikuti mereka dari jauh.
“Joongie ya. Hari ini kita jalan-jalan ya? Aku ingin menghabiskan hari ini denganmu,” kata ChangMin pada JaeJoong, manja. Raut wajahnya lebih manja dari biasanya.

“Tentu saja Minnie ya, aku untukmu hari ini,” jawab JaeJoong tersenyum. ChangMin membalas senyuman JaeJoong. “Baiklah, kalau begitu kita ke pantai ya. Aku ingin sekali ke pantai,”

“Eh? Pantai? Tapi ini kan musim dingin, masa ke pantai?” JaeJoong heran.

“Tidak apa-apa. Dengan syal pemberianmu ini aku akan selalu merasa hangat Joongie.. Ah lagipula kau kan sudah janji mau menemaniku hari ini. Jadi kau nurut saja ya! Hehehe ayo kita pergi,” tanpa pikir panjang ChangMin langsung menarik tangan JaeJoong.

Mereka pun pergi ke pantai naik bis umum. Ya, memang ada bis yang menuju ke sana. Sekitar 2 jam perjalanan, sore hari, akhirnya mereka pun sampai di pantai.

“Ah, akhirnya sampai juga,” kata ChangMin lalu duduk di pinggir pantai. JaeJoong mangikutinya. “Sunset disini sangat bagus Joongie,” lanjut ChangMin.

“Benarkah? Aku ingin melihatnya,” ungkap JaeJoong.

“Ya. Aku juga ingin melihatnya bersamamu, meski untuk terakhir kalinya..” ChangMin menatap laut yang ada di depannya.

“Minnie ya! Kenapa berbicara seperti itu?” JaeJoong heran.

“Ah tidak, hehehe,” jawab ChangMin tertawa sambil mengelus kepala JaeJoong.

Mereka pun larut dalam pemandangan laut yang sangat indah. Tak lama pembicaraan mereka pun dimulai.

“Minnie ya,”

“Hmm?”

“Aku… aku ingin menceritakan sesuatu padamu..” JaeJoong memulai kata-katanya.

“Oh ya? Cerita saja,” jawab ChangMin masih memandang laut.

“Begini. Itu, soal.. Emh..” JaeJoong terbata-bata.

“YunHo kan?” potong ChangMin.

“Eh? Darimana kau tahu?” tanya JaeJoong kaget.

ChangMin mengalihkan pandangannya pada JaeJoong. Berusaha berbicara serius padanya. “Joongie ya. Aku sudah tahu koq. Aku tahu kalau YunHo itu cinta pertamamu lima tahun lalu,” ChangMin tersenyum.

“Mwo? Kau sudah tahu? Kenapa bisa?” JaeJoong semakin bingung.

ChangMin menatap JaeJoong lebih dalam lagi, “Joongie ya. Aku tahu semuanya. Tidak penting aku tahu darimana. Tapi yang jelas aku tahu semua.. Aku kan pernah bilang padamu, aku tahu segalanya tentangmu Joongie.. Termasuk hal ini.. Dan, ya.. aku memang sedikit kecewa mengetahui hal ini..” ChangMin berusaha tersenyum.

“Minnie ya. Aku tahu aku salah. Tapi kau harus dengarkan aku,” kata JaeJoong terbata-bata.
“Ya, aku dengarkan Joongie,” kata ChangMin.

“Minnie ya. Aku sudah mengambil keputusan, dan aku memilihmu. Aku sudah katakan ini pada YunHo. Aku dan YunHo hanyalah masa lalu Min.. kaulah yang kupilih sekarang. Kau yang akan mengisi hari-hariku, sampai nanti. Aku memilihmu Minnie..” JaeJoong tersenyum. ChangMin menunduk sejenak, menutupi kesedihannya di hadapan JaeJoong. Sesaat, lalu ia kembali melihat ke depan dan menatap JaeJoong, tersenyum.

“Terima kasih Joongie-ku. Tapi maaf. Aku memutuskan untuk berpisah denganmu sekarang. Maafkan aku,”

"Mwo????!!!!!!"

T.B.C

0 komentar:

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP