FF "Shoes in Love" Part 1
>> Sunday, April 25, 2010
Tittle : Shoes in Love
Cast :
Main cast :
- Xiah Jun Su TVXQ as Kim Jun Su
- Micky Yoo Chun TVXQ as Park Yoo Chun
- Mey MeyLin 사랑 시아준수 as Park So Yon
- DaieNa Micky Yoochun Cassiopeia as Kim Hyun Su
Figure cast :
- Hero Jae Joong TVXQ as Kim Jae Joong
- U-Know Yun Ho TVXQ as Jung Yun Ho
- Max Chang Min TVXQ as Shim Chang Min
Genre : Comedy-romantic
Written by : Vionita ジェジュン Cassiopeia'Peppermint aka Vio aka me^^
--------------------------------------------------------------
Pagi yang cerah menyelimuti kota Seoul. Matahari mulai memancarkan cahaya kuningnya, menembus jendela kamar apartemen So Yon yang masih tertutup gorden. Saking cerahnya, sinar matahari dapat menembus gorden dan cahayanya tepat menyoroti wajah So Yon yang masih tertidur lelap.
Merasa ada sesuatu yang menyilaukan matanya, So Yon pun terbangun dari tidurnya. Perlahan ia membuka matanya -hanya sedikit saja-, mencari sesuatu di atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Saat berhasil meraihnya, dia menatap benda itu. Perlahan membuka kedua matanya, mencari kesadaran dari tidurnya, dan berusaha menatap benda itu dengan jelas. Tidak lama ia pun terbelalak. “Astaga sudah jam 9! Gawat aku bisa-bisa terlambat!”
So Yon segera bersiap-siap. Hari ini ada wawancara di perusahaan tempat ia melamar pekerjaan. Pekerjaan yang sangat berarti untuknya. Yang selama ini dicita-citakan olehnya, yaitu menjadi seorang model. Jangan sampai mimpinya sejak kecil itu hancur hanya karena ia bangun kesiangan!
Tanpa memikirkan apapun, So Yon pun segera berangkat. Dia menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi dengan Ferarri-nya. Sepanjang jalan So Yon menjalankan mobil dengan tergesa-gesa. Tepat jam 10 saat wawancara akan dimulai, So Yon pun sampai.
Dengan langkah cepat setengah berlari, So Yon menaiki tangga dengan tergesa-gesa menuju lantai 8.
“Sial! Kenapa liftnya lagi diperbaiki segala! Aku kan jadinya harus marathon naik 8 lantai. Apa lift itu tidak tahu kalau dia bisa saja menghancurkan mimpiku! Aigoo~ sial sekali aku hari ini!” So Yon terus menggerutu sepanjang jalannya menaiki tangga. Tanpa sengaja dia menabrak seorang Office Boy yang sedang bersih-bersih. Dia pun terjatuh.
“Hei kau! Apa kau tidak punya mata hah?” So Yon memaki OB itu sambil mengambil dokumennya yang berserakan.
“Maaf, ini kelalaian saya. Maafkan saya. Biar saya bantu nona,” kata OB itu sopan. Ia mencoba membantu membereskan, tapi So Yon yang sedang emosi malah berdiri dan menyentaknya. Waw, tubuhnya lebih tinggi dari OB itu. Ya, dengan tinggi badan 180 cm untuk ukuran seorang wanita memang tidak biasa. Tapi setidaknya So Yon bisa memanfaatkan tinggi badannya itu untuk menjadi seorang model.
“Tidak usah! Ya! Kau…” sesaat So Yon melihat nama yang terpampang di seragam OB itu, dan perlahan mengejanya. “Ya! Kau! Kim… Jun… Su… Ya, Kim Jun Su! Kalau bekerja itu matanya dipake donk! Kau ini bahkan lebih pendek dariku, jadi lain kali tengadahkan kepalamu kalau sedang bekerja. Ini kan perusahaan tempat para model, dan orang yang bekerja disini pasti rata-rata badannya tinggi semua! Ingat itu! Sadar diri donk! Dasar menyebalkan! Aish~~.” So Yon pun pergi dengan langkah kesal.
“Nona tunggu…” OB itu berusaha memanggil So Yon tapi dia sudah menghilang.
“Haduh bagaimana ini..” resah JunSu sambil menatap dokumen yang masih berserakan dihadapannya.
***
So Yon pun sampai di lantai 8 dengan keringat membasahi lehernya. So Yon tidak bisa berpikir jernih. Dia masih terlalu lelah untuk marathon yang ia lakukan tadi untuk sampai ke tempat ini.
Masih ada waktu sebelum namanya dipanggil untuk wawancara. So Yon duduk di ruang tunggu, mengeluarkan tisu dari dalam tasnya lalu mengelap keringat di lehernya. Tepat saat itu, So Yon merasakan ada sesuatu yang aneh. Sepertinya tadi dia menggenggam sesuatu di tangannya, tapi apa ya?
Sejenak ia memperhatikan kedua tangannya, mencoba memikirkan apa yang aneh dari sana. Inilah kebiasaan buruk So Yon. Jika dalam keadaan lelah dan emosi, dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan hal penting apa yang ia lupakan, baik itu berupa janji, barang atau apapun itu.
Tiba-tiba di hadapannya muncul seorang lelaki pendek yang sepertinya So Yon pernah melihatnya. So Yon berpikir sejenak, berusaha mengingat lelaki ini. Hei, dia kan OB yang tadi?
“Mau apa kau?” Tanya So Yon galak.
“Maaf nona. Saya hanya ingin mengembalikan barang nona.” Jawab OB yang bernama Jun Su itu sopan sambil menyerahkan barang itu pada So Yon. So Yon tampak kaget. Itu kan dokumennya yang jatuh saat bertabrakan dengan OB itu di tangga? Ya, akhirnya dia ingat bahwa yang sejak tadi dia cari adalah dokumen penting itu. So Yon pun mengambilnya dari tangan Jun Su.
“Ya kau! Apa kau tau dokumen ini sangat penting hah? Kenapa baru sekarang kau mengembalikannya padaku? Kenapa tidak daritadi saat kau menabrakku!” bentak So Yon.
“Saya…” Jun Su terbata-bata.
“Ah sudahlah! Kau membuat emosiku naik hari ini! Cepat pergi sebelum aku menendangmu dari sini!” potong So Yon berusaha mengusir Jun Su.
“Oh My God Son..” gumam Jun Su. “Ya!” teriak Jun Su akhirnya. So Yon terperanjat kaget. Emosinya yang tadinya memuncak perlahan mulai menciut. “Wah aku pikir dia ini tidak bisa teriak, tapi ternyata bisa, bahkan sangat keras,” batin So Yon.
“Ya, kau! Apa kau tidak bisa mengucapkan terima kasih hah? Sudah bagus aku kembalikan dokumen itu padamu! Tahu kau kasar begini lebih baik aku buang saja dokumen itu tadi! Dasar tidak tahu terima kasih! Calon model macam apa kau? Sudah galak, tidak punya sopan santun pula! Aish!” Jun Su memaki So Yon dengan nada tinggi. Sepertinya kesabarannya sudah habis.
“Mwo?! Ya, kau!” So Yon berusaha melawan.
“Ah ya satu lagi!” Jun Su mengeluarkan sepasang sepatu wanita berhak tinggi, sekitar 7 cm. Lalu menyimpannya -sedikit melemparnya dengan kasar- di hadapan So Yon.
“Apa ini hah?” Tanya So Yon dengan nada emosi.
“Hei, lihat penampilanmu. Kau pikir dengan memakai sebelah sepatu kets dan sebelah lagi sepatu pantopel seperti itu, kau bisa diterima menjadi model hah?” jawab Jun Su sambil menunjuk sepatu So Yon.
“Mwo?” So Yon kaget, lalu melihat ke arah sepatunya. Dia pun tercengang. “Astaga kenapa bisa begini? Kenapa aku bisa memakai sepatu yang berbeda begini?” pikir So Yon. Ya, tadi saat pergi dia memang tidak memikirkan apapun lagi selain kunci mobil dan buru-buru. Aish!
So Yon tersenyum kecut -dipaksakan-, menatap sepatu di hadapannya, lalu kembali menatap Jun Su.
“Itu…”
“Sudahlah!” potong Jun Su. “Aku masih tetap baik padamu walaupun kau membalasnya dengan jutek dan kasar! Asal kau tahu ya, ini aku anggap hutang! Sepatu itu milik nuna-ku, dan aku pikir ukurannya cocok denganmu. Jangan lupa kembalikan padaku! Ingat itu!” Jun Su tersenyum sinis, merasa menang. Lalu ia berbalik dan pergi meninggalkan So Yon yang masih bengong.
Tepat saat Jun Su pergi, So Yon pun dipanggil untuk wawancara. Tidak ada waktu lagi. Dengan buru-buru dia membuka sepatunya yang berbeda dan menggantinya dengan sepatu yang diberikan oleh Jun Su. Jun Su benar, ukurannya memang sangat pas.
***
-So Yon POV-
Aku menghempaskan tubuhku di sofa yang empuk. Hari ini benar-benar melelahkan. Tapi untung saja wawancara tadi berjalan dengan lancar. Berkat bantuan OB yang bernama Jun Su itu. Ya, kalau tidak ada dia, pasti aku gagal menjadi ‘calon’ seorang model.
Ya, Kim Jun Su.
Sejenak aku berpikir, kenapa tadi dia menolongku ya? Padahal kan aku tadi galak padanya, tapi dia tetap saja membantuku. Dan lagi, darimana dia mendapat sepatu secepat itu? Dan kenapa dia memperhatikan aku yang salah memakai sepatu? Atau jangan-jangan dia adalah penjual sepatu? Aigo~~ kenapa aku jadi memikirkannya!
Aku menatap sepatu yang dipinjamkan Jun Su. Sepatu itu memang sangat bagus, aku sangat menyukainya. Modelnya elegan, dengan hak 7 cm, cocok dipakai untuk wanita bertubuh tinggi sepertiku. Ah, andai saja sepatu ini milikku. Kalau saja aku tidak galak, pasti Jun Su si OB itu memberikan sepatu ini padaku, bukan meminjamkannya. Ah, So Yon pabo..
Andwe! Aku harus mengembalikan sepatu ini secepatnya! Aku tidak mau berurusan lagi dengan Jun Su! Lelaki itu benar-benar membuatku bingung! Misterius..
Aku menyimpan sepatu itu di kotak sepatu yang sudah kusiapkan. Besok adalah hari penentuan aku diterima atau tidak menjadi seorang model. Ya, sekalian saja besok aku kembalikan sepatu ini.
Oke, waktunya tidur..
-end So Yon POV-
*to be continued*
don't take and copy this ff !!!