pemiluuuuuu~
>> Tuesday, July 8, 2014
Hei hooo selamat malaaaam...
Hei hooo selamat malaaaam...
Hidup itu penuh dengan cinta..
Ya, cinta. Satu kata yang bisa membuat pikiran seseorang gila karenanya. Satu kata yang bisa membuat seseorang banyak berkorban. Satu kata yang bisa membuat seseorang senang dibuatnya. Satu kata yang bisa membuat seseorang buta karenanya. Dan satu kata yang bisa membuat seseorang sakit karenanya.
Cinta itu tidak selamanya senang, tapi juga tidak selamanya sakit...
Memang benar. Ada kalanya orang yang kita cintai membuat kita senang. Saat perhatian itu datang. Saat respon itu datang. Saat kesungguhan dan keyakinannya itu datang. Senang dan bahagia yang kita rasakan.
Tetapi ada kalanya orang yang kita cintai membuat kita sakit. Saat perhatian itu hilang. Saat respon itu lenyap. Saat kesungguhan dan keyakinannya itu memudar. Sakit dan jatuh yang kita rasakan.
Mungkin terlalu naif jika kita berbicara tentang cinta. Itu masih terlalu jauh. Mencintai seseorang tidak semudah itu. Tidak segampang itu. Tidak bisa dalam waktu yang singkat. Jika memang itu yang kau rasakan, lebih baik kau bertanya lagi pada dirimu sendiri. Apa benar itu cinta? Cinta datang secara tiba-tiba dan tanpa paksaan. Ya, itu memang benar. Tapi cobalah berpikir secara logis. Apakah kau sudah mengerti apa itu cinta?
Cinta berawal dari rasa suka. Rasa nyaman. Rasa ingin tahu. Rasa penasaran. Rasa ingin dekat. Dan rasa ingin berbagi. Ketahuilah, bahwa itu dinamakan suka.
Berawal dari sebuah kedekatan, maka rasa itu semakin besar dan semakin kuat. Rasa suka yang semakin besar. Saling berbagi yang berawal dari sebuah keingintahuan terhadap si dia. Maka tumbuhlah rasa ingin memiliki. Maka itulah yang dinamakan cinta.
Sebuah hubungan yang mulai dibina, saat si dia sudah kau miliki dengan sebuah status yang jelas. Berbagi cerita dengannya setiap waktu. Memberi perhatian yang lebih kepadanya. Hingga akhirnya tumbuhlah rasa ingin menjaga dengan tulus. Rasa ingin memiliki seutuhnya. Pengorbanan yang tumbuh demi menjaganya. Waktu yang selalu ingin dihabiskan dengannya. Maka itulah yang namanya sayang.
Tetapi sekali lagi, semua itu tidak terjadi secara instan...
Tetap ada proses panjang yang terjadi di dalamnya.
Jika kau menganggap apa yang kau rasakan itu adalah cinta, kasih dan sayang, maka berpikirlah sejenak. Mungkin kau termasuk orang yang terlalu memudahkan semuanya. Atau bahkan kau belum mengenali dirimu dan perasaanmu sendiri.
Dan semua proses cinta itu tidak selalu berjalan mulus..
Ada kalanya saat kita menyukai seseorang, kita hanya bisa mengaguminya dari kejauhan. Mengamati gerak geriknya. Memandangnya. Ada pula yang berpura-pura tidak peduli, padahal dia sangat ingin menyapanya. Sangat ingin mengobrol dengannya. Meskipun hanya sekedar mengucapkan "hai", ataupun hanya mengulas senyuman. Kau tahu, hal itu bisa jadi sangat berarti bagi sebagian orang.
Tapi yah... setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan rasa cinta..
Sakit? Tentu. Mengagumi seseorang dari kejauhan itu sakit rasanya. Aku yakin pendapat kalian sama, terutama bagi kalian yang memang merasakannya. Kau bisa melihatnya, tanpa tau dia akan melihatmu atau tidak. Kau bisa tesenyum padanya dengan sejumlah makna, tanpa tahu apakah senyumannya memiliki makna yang sama denganmu atau tidak. Kau bisa mengobrol dengannya, tanpa tahu apakah dia merasakan kesenangan yang sama saat mengobrol denganmu atau tidak. Kau merasa malu dan gugup saat bertemu dengannya, tanpa tahu apakah dia merasakan hal yang sama saat bertemu denganmu atau tidak. Semua serba ilusi. Serba menerka-nerka, tanpa pernah tau bagaimana kenyataan yang ada. Dan pada akhirnya memaksa kita untuk menganggap dia memiliki rasa yang sama, merespon perasaan kita, demi mengikis rasa sakit yang sebenarnya sedang kita tanam. Mungkin untuk zaman sekarang atau bahasa gaul anak muda, disebut dengan PHP. Ah, sepertinya tidak usah aku jabarkan. Aku yakin kalian tau singkatan dari 3 huruf menyakitkan itu.
Tetapi ada saatnya, kita mulai lelah.. mulai menyerah.. mulai mundur dari semua ketidakpastian yang kita rasakan selama ini. Setelah sekian lama mengagumi, tidak ada respon. Setelah sekian lama mendekati, tetap saja dingin dan biasa saja. Setelah sekian lama menunjukkan, malah semakin menjauh. Bahkan saat kita memutuskan untuk diam, dia pun sama diam dan menghilang. Apa ini pertanda bahwa rasa ini hanya bertepuk sebelah tangan? Hanya dia dan Tuhan yang tahu...
Ada satu hal yang harus diketahui...
Saat kita memutuskan untuk menyerah, untuk pergi, untuk menghilang, saat itu juga tertutuplah rasa itu untuknya. Bila dia baru merasakan hilangnya perhatian kita, maka itu akan menjadi sebuah penyesalan untuknya. Kita yang terlalu lelah menunggu, kita yang terlalu lelah untuk berjuang, ada saatnya untuk berhenti dan memulai kehidupan yang baru. Dan saat kita menuju kehidupan yang baru, maka sudah tidak ada lagi kesempatan itu untuk dia yang selama ini kita perjuangkan..
Benar kan?
Seseorang berkata, kejarlah terus cintamu. Sampai dia berbalik mengejarmu mati-matian. Sampai dia bisa membalas semua pengorbananmu. Itulah yang dinamakan sebuah perjuangan demi sebuah cinta.
Tetapi, perlu kau tahu. Bahwa setiap orang memiliki batas kemampuan untuk bertahan yang berbeda-beda. Jika waktunya sudah habis, mau bagaimana? Kesempatan tidak akan datang dua kali, bukan?
Setelah kurang lebih 9 bulan ga nulis disini, finally aku inget lagi untuk nulis..
Well, sumpah kangen banget sama nulis deh... semenjak mulai kerja kurang lebih sembilan bulan yang lalu di tempat kerja yang baru (emang kerjaan pertama deng semenjak nganggur ampir setaon haha) di Rancaekek, sampai sekarang yang namanya nulis itu kayak udah langka gitu. Bener-bener ga sempet. Boro-boro nulis di blog sendiri ataupun nerusin novel yang belom kelar-kelar, buka laptop aja udah jarang banget, bahkan ga pernah sama sekali. Yang ada malah kalau pulang kerja itu bawaannya cape, pengen istirahat. Bahasa gaulnya mah "leyeh-leyeh". Ahahaha...
Nih aku ceritain kronologis setiap aku pulang kerja :
Begitu bel pulang, langsung masuk mobil jemputan kantor yang udah siap nunggu buat aku "tumpangin" menuju home sweet home. Di mobil jemputan ya udah pasti tidur (haha), atau main-in hp sepanjang jalan kalau ga bisa tidur dan merasa kepanasan (asli panas banget!). Seringnya sih ya kipas kipas. Sampe Bandung dan sudah waktunya turun dari jemputan, gak bisa langsung masuk rumah lah, tapi masih harus menyusuri jalan-jalan kecil yang mengantarkan aku menuju rumah alias jalan kaki yang jauhnya Masyaallah... Jauh euy. Lumayan lah buat gede-in betis, tapi anehnya tidak menguras lemak (huhu). Setelah sampe rumah, yang dilakukan pertama kali adalah nyari makanan. Iya nyari makanan. Bukan ganti baju atau nyimpen tas atau apapun, tapi nyari makanan. Bahkan seringnya sih sebelum sampe rumah terus nemu makanan di jalan, eh malah jajan dulu. Batagor kek, mie ayam kek, gehu kek, seblak kek, apa aja yang ketemu hahaha.. Setelah memastikan menu makan, barulah masuk kamar, melepas penat, lalu mulai makan di rumah. Gak jarang walaupun udah jajan di luar, sampe rumah mah makan lagi. Hidup makan!
Udah makan udah kenyang, lalu sholat maghrib dan langsung standby di depan tipi. Nunggu sinetron gitu ceritanya. Emang dasar korban sinetron... sambil tiduran sambil nonton sambil ngegayem cemilan di sekitar, aaahhhh itu hal ter-pw dah pokoknya. Makmur banget idup kayaknya. It's a good time for leyeh-leyeh alias males-malesan. Bahasa bagusnya sih : Istirahat. Kalo udah kayak begitu, ga bisa diganggu. Sampe malem ya gitu aja kerjaannya. Kalau pilm di tipi udah ga ada yang rame, ya pindah ke kamar. Tiduran sambil main hp, sampai lama-lama ketiduran. Bangun keesokan harinya dan mulai kerja lagi, begitu terus dari senin sampai sabtu. Eh sabtu mah setengah hari aja deng.
Begitulah keseharian aku semenjak kerja. Sibuk banget kan? Iya sibuk. Hahaha... Setelah seharian kerja, bawaannya kalau sampe rumah ya pengennya istirahat. Ga mau ngapa-ngapain lagi. Makanya hari minggu suka aku pake buat hibernasi alias hibernation day. Istilah kerennya, tidur dan bermalas-malasan seharian. Keren kan? Engga juga sih. Itulah mungkin alasannya kenapa udah jarang banget nulis. Niat ada, tapi gak dijalanin, ya sama aja boong kan..
Tapi eh tapi eh tapiiiii ada satu hal yang sangat sangat mengubah hidup aku semenjak kerja. Yaitu : berat badan naik. Lebih jelasnya : NAIK BANGET!! Ini tuh antara senang dan betah kerja, atau senang karena kebanyakan duit (yang ini kayaknya bukan), atau stress karena banyak kerjaan (ini juga ga mungkin karena harusnya kalau stress ya kurus dong). Trus kenapa dong berat badan bisa naiknya fatal gini? Gak permisi pula. Naik aja gitu seenak udel. Tapi kalau dipikir-pikir dan kalau dicermati ulang dari tulisan di atas, emang sih bawaannya pengen makan mulu. Di kantor, banyak cemilan. Belom termasuk makan siang. Pulang kerja jajan, trus makan di rumah, Trus ngemil-ngemil lagi. Ini perut kayaknya gak ada kenyangnya, merongrong terus minta makan. Adaaaa aja yang pengen digayem tuh.. Alhasil ya beginilah, berat badan naik, tapi tampang tetep kurus. Aneh ya? Malah pipi yang tambah tembem, udah kayak buntelan bapau. Curiga nih, jangan-jangan berat badan yang naik itu disebabkan karena pipi yang semakin membulat. Mungkin bisa diprediksi kalau berat pipi aku ini mencapai lebih dari 3 kg. Pipinya aja loh. Sekian.
Anyway, selamat menunaikan ibadah puasa... Alhamdulillah kita masih bertemu dengan puasa Ramadhan tahun ini. Banyak-banyaklah bersyukur. Mari kita manfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, beramal yang banyak.. Semoga berkah untuk kita semua..
Dan semoga berat badan aku turun. Amiiiinnnn..
PS : Selama bulan Ramadhan, aku masuk kerja jam 7 looooh.. Pulangnya jam 3.15 ... (bingung harus seneng atau sedih. Enjoy aja...)
Pengen banget cerita tentang keseruan aku selama suka sama Project Pop disini... I think ini emang bener-bener berkesan banget, so ga ada salahnya kan share di blog sendiri... :D
Sebelum cerita tentang pengalaman pribadi, mending aku kenalin dulu sekilas tentang Project Pop ya..
© Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP