What is Love?
>> Sunday, July 6, 2014
Hidup itu penuh dengan cinta..
Ya, cinta. Satu kata yang bisa membuat pikiran seseorang gila karenanya. Satu kata yang bisa membuat seseorang banyak berkorban. Satu kata yang bisa membuat seseorang senang dibuatnya. Satu kata yang bisa membuat seseorang buta karenanya. Dan satu kata yang bisa membuat seseorang sakit karenanya.
Cinta itu tidak selamanya senang, tapi juga tidak selamanya sakit...
Memang benar. Ada kalanya orang yang kita cintai membuat kita senang. Saat perhatian itu datang. Saat respon itu datang. Saat kesungguhan dan keyakinannya itu datang. Senang dan bahagia yang kita rasakan.
Tetapi ada kalanya orang yang kita cintai membuat kita sakit. Saat perhatian itu hilang. Saat respon itu lenyap. Saat kesungguhan dan keyakinannya itu memudar. Sakit dan jatuh yang kita rasakan.
Mungkin terlalu naif jika kita berbicara tentang cinta. Itu masih terlalu jauh. Mencintai seseorang tidak semudah itu. Tidak segampang itu. Tidak bisa dalam waktu yang singkat. Jika memang itu yang kau rasakan, lebih baik kau bertanya lagi pada dirimu sendiri. Apa benar itu cinta? Cinta datang secara tiba-tiba dan tanpa paksaan. Ya, itu memang benar. Tapi cobalah berpikir secara logis. Apakah kau sudah mengerti apa itu cinta?
Cinta berawal dari rasa suka. Rasa nyaman. Rasa ingin tahu. Rasa penasaran. Rasa ingin dekat. Dan rasa ingin berbagi. Ketahuilah, bahwa itu dinamakan suka.
Berawal dari sebuah kedekatan, maka rasa itu semakin besar dan semakin kuat. Rasa suka yang semakin besar. Saling berbagi yang berawal dari sebuah keingintahuan terhadap si dia. Maka tumbuhlah rasa ingin memiliki. Maka itulah yang dinamakan cinta.
Sebuah hubungan yang mulai dibina, saat si dia sudah kau miliki dengan sebuah status yang jelas. Berbagi cerita dengannya setiap waktu. Memberi perhatian yang lebih kepadanya. Hingga akhirnya tumbuhlah rasa ingin menjaga dengan tulus. Rasa ingin memiliki seutuhnya. Pengorbanan yang tumbuh demi menjaganya. Waktu yang selalu ingin dihabiskan dengannya. Maka itulah yang namanya sayang.
Tetapi sekali lagi, semua itu tidak terjadi secara instan...
Tetap ada proses panjang yang terjadi di dalamnya.
Jika kau menganggap apa yang kau rasakan itu adalah cinta, kasih dan sayang, maka berpikirlah sejenak. Mungkin kau termasuk orang yang terlalu memudahkan semuanya. Atau bahkan kau belum mengenali dirimu dan perasaanmu sendiri.
Dan semua proses cinta itu tidak selalu berjalan mulus..
Ada kalanya saat kita menyukai seseorang, kita hanya bisa mengaguminya dari kejauhan. Mengamati gerak geriknya. Memandangnya. Ada pula yang berpura-pura tidak peduli, padahal dia sangat ingin menyapanya. Sangat ingin mengobrol dengannya. Meskipun hanya sekedar mengucapkan "hai", ataupun hanya mengulas senyuman. Kau tahu, hal itu bisa jadi sangat berarti bagi sebagian orang.
Tapi yah... setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan rasa cinta..
Sakit? Tentu. Mengagumi seseorang dari kejauhan itu sakit rasanya. Aku yakin pendapat kalian sama, terutama bagi kalian yang memang merasakannya. Kau bisa melihatnya, tanpa tau dia akan melihatmu atau tidak. Kau bisa tesenyum padanya dengan sejumlah makna, tanpa tahu apakah senyumannya memiliki makna yang sama denganmu atau tidak. Kau bisa mengobrol dengannya, tanpa tahu apakah dia merasakan kesenangan yang sama saat mengobrol denganmu atau tidak. Kau merasa malu dan gugup saat bertemu dengannya, tanpa tahu apakah dia merasakan hal yang sama saat bertemu denganmu atau tidak. Semua serba ilusi. Serba menerka-nerka, tanpa pernah tau bagaimana kenyataan yang ada. Dan pada akhirnya memaksa kita untuk menganggap dia memiliki rasa yang sama, merespon perasaan kita, demi mengikis rasa sakit yang sebenarnya sedang kita tanam. Mungkin untuk zaman sekarang atau bahasa gaul anak muda, disebut dengan PHP. Ah, sepertinya tidak usah aku jabarkan. Aku yakin kalian tau singkatan dari 3 huruf menyakitkan itu.
Tetapi ada saatnya, kita mulai lelah.. mulai menyerah.. mulai mundur dari semua ketidakpastian yang kita rasakan selama ini. Setelah sekian lama mengagumi, tidak ada respon. Setelah sekian lama mendekati, tetap saja dingin dan biasa saja. Setelah sekian lama menunjukkan, malah semakin menjauh. Bahkan saat kita memutuskan untuk diam, dia pun sama diam dan menghilang. Apa ini pertanda bahwa rasa ini hanya bertepuk sebelah tangan? Hanya dia dan Tuhan yang tahu...
Ada satu hal yang harus diketahui...
Saat kita memutuskan untuk menyerah, untuk pergi, untuk menghilang, saat itu juga tertutuplah rasa itu untuknya. Bila dia baru merasakan hilangnya perhatian kita, maka itu akan menjadi sebuah penyesalan untuknya. Kita yang terlalu lelah menunggu, kita yang terlalu lelah untuk berjuang, ada saatnya untuk berhenti dan memulai kehidupan yang baru. Dan saat kita menuju kehidupan yang baru, maka sudah tidak ada lagi kesempatan itu untuk dia yang selama ini kita perjuangkan..
Benar kan?
Seseorang berkata, kejarlah terus cintamu. Sampai dia berbalik mengejarmu mati-matian. Sampai dia bisa membalas semua pengorbananmu. Itulah yang dinamakan sebuah perjuangan demi sebuah cinta.
Tetapi, perlu kau tahu. Bahwa setiap orang memiliki batas kemampuan untuk bertahan yang berbeda-beda. Jika waktunya sudah habis, mau bagaimana? Kesempatan tidak akan datang dua kali, bukan?
0 komentar:
Post a Comment