[Review] ROMA by Robin Wijaya
>> Saturday, September 28, 2013
Nah, ini dia salah satu seri STPC alias Setiap Tempat Punya
Cerita, proyek yang dibuat penerbit Gagasmedia dan Bukune. Setiap Tempat Punya
Cerita. Pastinya di proyek ini, novel-novelnya akan mengisahkan perjalanan
cinta yang berlatarkan suasana di luar Indonesia. So guys, mau kemana kita kali ini? Well, kita
jalan-jalan ke Roma yuk…
Seperti biasa,
kita kenalan dulu sama si pengarang ya.. Namanya Robin Wijaya. Kak Robin ini
maniak sama yang namanya superhero.
Hobinya antara lain suka dengerin musik, suka bikin orang galau, menjadi
pemulung quotes, suka nonton
kompetisi dan reality show di TV.
Meskipun suka sama superhero tapi kak
Robin ini gak terlalu suka game. Dia
suka baju warna hitam dan ingin mewujudkan mimpinya mendirikan rumah singgah
(amiiiiiin). Novel-novelnya yang sudah terbit antara lain Before Us dan Menunggu.
Roma ini adalah novel ketiganya.
Apa yang kalian
pikirkan saat mendengar kata Roma atau Italia? Mungkin sejenak akan terlintas
tentang bangunan-bangunan tua-nya yang bersejarah, tempat lahirnya
pelukis-pelukis terkenal seperti Leonardo da Vinci, Picasso, dan lain-lain. Gak jauh beda koq sama cerita
fiksi yang disajikan oleh sang pengarang, Robin Wijaya ini. Novel ini berisi
sebuah kisah tentang lukisan dan cinta di dalamnya...
Dikisahkan
seorang pemuda asli Indonesia bernama Leonardo Halim yang merupakan seorang
pelukis berbakat, datang ke Roma, Italia, dan terlibat dalam sebuah proyek seni
rupa di kota ini. Pertemuannya dengan seorang wanita bernama Felice, orang
Indonesia yang bekerja di Roma, perlahan mengubah keseharian Leo selama di
Roma. Kesalahpahaman yang terjadi antara mereka membuat keduanya menjadi
semakin dekat.
Teka teki masih
terus berlanjut. Sebuah misteri yang belum terpecahkan dari sebuah lukisan yang
dibuat khusus oleh Leo dan tidak untuk diperjualbelikan. Lukisan yang sangat
berharga bagi dirinya dan hanya boleh menjadi koleksi pribadi saja. Lukisan
dengan sosok perempuan yang datang bersama cahaya dari balik sela-sela kaca
gereja Saint Agnes. Perempuan dalam lukisan itu menorehkan senyum yang hangat,
seperti senja yang merekah di langit kota Roma.
Apa sebenarnya
makna dari lukisan itu sampai-sampai Leo tidak mau menjualnya pada siapapun?
Bagaimana kisah karir Leo di Roma? Dan seperti apa hubungannya dengan Felice? Kisah
romantis apa yang akan terjadi?
Novel setebal 371
halaman ini akan membantu kamu menemukan jawabannya.. Mari berkeliling Roma
bersama Leo dan Felice! ;)

0 komentar:
Post a Comment