Ini film keduanya
Raditya Dika di tahun 2013. Pasti pada nanya, what? Setaun dua film? Edan!
Hahaha... Tapi yap begitulah kenyatannya. Kreativitas yang dibuat sama bang
Dika ini rasanya gak abis-abis...
Sebelum ngomongin
Cinta Dalam Kardus, buat kamu para pecinta Raditya Dika pasti kenal sama Malam
Minggu Miko kan? Itu loh, kisah malam minggu absurd seorang Miko dengan gebetan-gebetannya
yang tayang di Kompas TV setiap malam minggu. Kalau udah pada tau, pasti pada
kenal juga dong dengan sosok Miko...
Nah, Cinta Dalam
Kardus ini bisa dibilang ‘movie’-nya dari serial Malam Minggu Miko. Pemeran
utamanya pun Miko yang masih diperankan oleh Raditya Dika sendiri. Pokoknya
kalau kamu suka nonton Malam Minggu Miko, pasti kamu gak akan asing sama
karakter Miko di Cinta Dalam Kardus ini..
Kalau di Malam
Minggu Miko menceritakan tentang kisah malam minggunya Miko dengan gebetannya,
beda lagi dengan Cinta Dalam Kardus. Disini Miko berusaha untuk nyeritain
pengalaman dia dengan mantan gebetannya yang bejibun ala stand up comedy.
Miko ceritanya
punya pacar yang namanya Putri (Anizabella P. Lesmana). Tapi karena akhir-akhir
ini sering berantem, Miko pun gerah. Pengen putus tapi gak tau caranya gimana.
Akhirnya dia dateng ke sebuah kafe buat coba ikutan stand up comedy.
Sebelum
berangkat, tanpa sengaja Miko nemuin sebuah kardus berisi barang-barang peninggalan
mantan gebetannya. Tadinya dia mau buang kardus itu beserta kenangan di dalamnya.
Tapi sewaktu dia mulai stand up comedy dan bingung harus ngomongin apa,
tiba-tiba dia keinget sama kardus itu. Akhirnya dia pun bawa kardus itu untuk
dijadikan bahan stand up comedy.
Film ini
menceritakan tentang pengalaman Miko dengan mantan-mantan gebetannya yang
barang kenangannya dia simpan di dalam kardus tadi. Dan pastinya, kocak, absurd
dan seru. Ditambah komen penonton yang pacaran dengan panggilan ayah-bunda,
asli jaman sekarang banget.
Stand up comedy
yang dilakukan Miko membuat dia sadar cintanya dengan Putri. Apalagi waktu
bawain stand up comedy tentang jaket pemberian Putri. Miko jadi sadar bahwa
mereka harus BTB. BTB itu bukan Berubah Tidak Baik, tetapi Berani Tumbuh
Bareng.
Yang paling aku suka
dari film ini adalah setting tempatnya yang serba terbuat dari kardus. Asli itu
kreatif abis dan keren banget! Dengan penulis skenario Raditya Dika dan Salman
Aristo, membuat semua setting kardus tadi menjadi lebih hidup dengan dialog
yang pas dan gak ngebosenin.
Film ini keluar
dari kardus 13 Juni 2013 (Cuma sebulan setelah Cinta Brontosaurus!). Don’t miss
it!
Read more...