Pernah ngerasa suka sama orang yang salah?
Rasanya semua orang pernah mengalami itu. Sebagai manusia yang diberikan rasa cinta dan kasih sayang oleh Allah, wajar jika kita mudah untuk menyukai seseorang.
Tapi yang kita tidak tahu adalah...
Apakah kita menyukai orang yang tepat?
Suka sama orang memang gak kenal timing. Terkadang saat kita lagi galau, ada aja yang deketin. Atau saat lagi butuh temen cerita, ada aja yang mau dengerin. Atau saat kita kesepian, eh dia nongol gitu menghibur kita sambil ketawa ketawa.
Mungkin buat si dia biasa aja, ga ada artinya. Ngedeketin kamu mungkin saja karena dia menganggap kamu itu teman baiknya, atau sahabatnya, atau karena kamu enak untuk diajak bercanda, atau karena kamu begitu lucu sehingga dia ingin menghibur dan membuat kamu tertawa terus, atau karena dia sudah menganggap kamu seperti adiknya sendiri (yang ini paling ga enak)..
Tapi yang dia gak pernah tahu, mungkin aja sikap dia itu malah membuat sedikit demi sedikit perasaan itu mencuat dan muncul begitu saja... tanpa harus diakui secara gamblang, hanya bisa dirasakan... hanya bisa dipendam... hanya bisa dinikmati sendiri...
Sayangnya bila kita sedang dalam posisi itu, kita seringkali gak bisa berbuat apa-apa. Maju, salah. Mundur juga salah. Apalagi kalo perempuan, beda lagi. Maju, jaim. Tapi kalau mundur, malah galau sambil nangis-nangis. Bener ga?
Mending kalo jomblo. Lah, kalo misal udah ada yang punya?
Lalu, dimana letak "menyukai orang yang salah" itu?
Pertama, kalau misal si dia yang kita sukai masih sama-sama jomblo.
Mungkin kalau si dia masih jomblo, harapan kita jelas membumbung tinggi setinggi awan. Yang salah disini adalah, saat kita mendekati si dia dengan pede-nya, tapi tidak ada respon balik. Maksudnya, pada saat kita mulai berinteraksi, si dia merespon dengan ceria, gak kalah baik dan pastinya bikin kamu klepek-klepek karena ke-geer-an. Tapi, saat kamu menunggu si dia yang menghubungi kamu, harapan itu kosong alias tidak ada. Kenyataannya, dia hanya akan merespon jika kamu yang memulai interaksi lebih dulu. Sedangkan dia sendiri jarang sekali memulai interaksi lebih dulu. Apa ini sudah bisa dipastikan kalau dia tidak memiliki rasa yang sama dengan kamu?
Disini, akhirnya terjadilah kegalauan. Kita hanya bisa menduga-duga bagaimana sebenarnya perasaan si dia. Biasanya sih ujung-ujungnya sakit hati. Udah bisa ketebak. Mungkin aja kan si dia malah naksir orang lain, atau si dia lagi PDKT sama yang lain, atau mungkin yang lebih parah... dia emang gak suka sama kamu. Itu berarti kamu menyukai orang yang salah.
Kedua, kalau misal si dia yang kita sukai udah ada yang punya.
Wah, ini sih belum juga berharap udah sakit duluan. Udah pasti SALAH banget suka sama orang seperti ini. Tapi seperti yang sudah dibilang tadi, menyukai seseorang itu terkadang gak liat timing. Misal, mana kita tahu si dia udah ada yang punya? Giliran kita udah suka, ehh baru ketahuan kalau si dia ternyata sudah ada yang punya. Ini sih udah jatuh terus nyusruk pula. Sakit banget. Tapi kan, suruh siapa dia buat kita nyaman kalau lagi sama si dia? Bener ga? Tanggung jawab harusnya...
Yang paling penting kalau lagi dalam posisi ini, jangan sampe deh kamu ngerebut pasangan orang. Jangan jadi perusak hubungan orang. Kamu sendiri kalau digituin ga mau kan? Mending jangan cari gara-gara, cari aman aja.. Jalan satu-satunya ya lupain meskipun sulit. Apalagi kalau orang itu selalu ada di sekitar kita (ini susah banget!). Kalau ikutin egonya manusia, pengennya sih maju terus. Tapi kita juga harus belajar menghargai orang lain.. Sebisa mungkin kenyamanan itu harus bisa kita tangkis perlahan...
Nah, jadi kamu termasuk yang mana?
Anyway, gak semua orang bisa bertahan saat di posisi seperti ini. Paling mentok ya nangis. Kenapa? Karena kita tidak bisa berbuat banyak. Merelakan seseorang yang kita sukai pergi memang sangat berat, apalagi kalau kita sudah merasa nyaman dengan si dia. Tapi ya mau bagaimana lagi. Memangnya kamu hidup hanya untuk tersakiti terus?
Sudah saatnya move on dan mencari pengganti si dia..
Dan gue sedang ada di posisi ini sekarang...
Read more...